Taufiqurrahman Ruki : Dirikan Bank Banten Jangan Karena Gengsi Dan Alasan Politis
5 Oktober 2015 Tak Berkategori Leave a comment
Berita Terkait
Batalkan Bank Banten, Rano Karno Tantang DPRD Revisi Perda
6 hari ago
Sosialisasi Literasi Media “Road Show To Kampung”, Disambut Antusiasme Masyarakat
6 hari ago
Saling Tuduh Inisiator Suap Bank Banten, Siapa Yang Benar?
8 hari ago
Serang, Progresnews.com — Mendirikan sebauh Bank memang bukan perkara yang mudah, terlebih jika alasan yang digunakan bukan untuk kepentingan masyarakat dan hanyalah karena gengsi atau alasan politis lainnya. Kalimat itu diucapkan dengan lantang oleh Taufiqurrahman Ruki yang menjadi key note speaker pada diskusi publik refleksi HUT ke-15 Provinsi Banten dengan teman “Pembentukan Bank Banten Antara Harapan dan Realitas” di Kota Serang, Minggu (4/10).
“Jangan membuat bank karena sekadar gengsi dan alasan politis. Gunakan pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan kemanfaatan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Banten,” kata Plt Ketua KPK Taufiqurahman Ruki yang juga salah seorang tokoh masyarakat Banten” kata Ruki.
Diskusi yang juga menghadirkan Pengamat Ekonomi dan perbankan Ichsanudin Noorsy itu awalnya dimaksudkan untuk menggalang dukungan bagi pendirian Bank Banten, tak disangka justru kritikan pedas dilontarkan Ichsan kepada pemerintah provinsi Banten.
Menurut Ichsan, dari pada Pemerintah mendirikan Bank Banten, lebih baik menggenjot sektor rill dan peningkatan kerja UMKM serta BUMD yang ada. Karena, jika melihat contoh yang sudah ada di daerah lainnya, semisal Jakarta, meski telah memiliki UMKK yang mumpuni dan BUMD yang berjalan baik, justru Bank Jakarta tidak bisa berkembang sebagaimana mestinya. Apalagi untuk provinsi Banten yang masih kurang dairi berbagai sektor.
“Jangan dulu bicara bank jika sektor riil belum kuat dan belum berkembangn dengan baik. Kita harus lihat dulu apakan BUMD-nya berkembang dengan baik tidak. Kalau sektor riil sudah baik, baru berbicara mendirikan bank,” kata Ichsanudin yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.
Apalagi kata Ichsan, dibutuhkan modal yang tak sedikit untuk mendirikan sebuah Bank. Jikapun harus mengakuisis Bank lain, Pemprov banten minimal harus memiliki tiga kali lipat modal dari harga Bank yang dijual tersebut.
“Kalaupun akan membeli bank yang sudah jadi, modal yang dimiliki itu harus tiga sampai empat kali lipat nilai buku bank yang dijual tersebut. Jadi kalau modal Pemprov Banten hanya Rp900 miliar saat ini, berarti bank yang akan dibeli modalnya sekitar Rp300 miliar. Pertanyaanya, apa ada sekarang ini bank yang nilai buku-nya Rp300 miliar?” katanya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Banten telah memotong APBD Banten sebesar Rp. 950 miliar untuk pendirian Bank Banten yang pengelola utamanya di berikan kepada PT. Banten Gobal Development (BGD). Hingga kini, dana penyertaan yang telah diambil dari APBD sebesar Rp. 550 miliar, dan sisanya kemungkinan besar akan dipotong dari APBD Banten 2016. (PN06)
Pilihan Redaksi:
Pemprov Ngotot Dirikan Bank Banten, Ichsanudin Noorsy : Jangan Bicara Bank, Perkuat Dulu Sektor Riil
Rano Dirikan Bank Banten, Pengamat : Jangan Sampai Disclaimer Jadi Skenario Yang Di Sengaja
Bank Banten Banyak Dikritik, Sekda Galang Dukungan Kabupaten dan Kota
Kurdi Matin Dicopot, Bank Banten Dikebut. Ada apa?
APBD Perubahan, Pemprov Gelontorkan 250 Miliar Untuk Pembentukan Bank Banten
Google +