Serang, Progresnews.com -- Warung tegal (warteg) milik Saeni yang beberapa waktu lalu dirazia Satpol PP dan disita makanannya lantaran buka pada siang hari di bulan Ramadan, ternyata tak kapok untuk membukanya kembali dan melayani beberapa pembeli, Senin (13/6).

Padahal, bantuan terus berdatangan dari orang yang mengaku bersimpati kepada Ibu Eni, bantuan itu datang dari bantuan para netizen mencapai Rp 265 jutadan dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp 10 juta.

Namun warteg berukuran 4x12 meter itu tetap buka meski sudah ada Surat Edaran dan Peraturan Daerah (Perda) yang ditempel di tembok warungnya.

Saeni ketika diwawancarai menyebut dirinya memang tahu ada lembaran kertas yang menempel di tembok warungnya. Namun Ibu itu berkilah dirinya tidak bisa membaca.

"Saya tidak tahu nempelnya, saya kan buta aksara," kata Saeni saat diwawancarai, Senin (13/6).

Walaupun nekat membuka kembali warungnya siang hari, namun Saeni tetap takut dan was-was akan datangnya Satpo PP. Ia beralasan bukanya warung tersebut lantaran kemarin tidak berjualan karena kondisi tubuhnya yang sedang sakit.

"Tapi mau gimana lagi, usahanya bisa ini doang. Kemarin kan sempat sakit, gak jualan. Saya nelepon dia (menantu) buat ngebantuin masak, belanja," keluhnya.

Warteg Ibu Eni seketika jadi perbincangan banyak orang khususnya warga dunia maya lantaran makanannya diangkut dan disita oleh Satpol PP Kota Serang, saat diangkut, Saeni merengek untuk barang dagangannya tidak dibawa oleh petugas. (Iqbal/Haedi)