Tangerang, Progresnews.com -- Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy menang telak di daerah pemilihan Kota Tangerang dengan selisih 254.749 suara atau 4,6 persen. Atas kekalahan itu, Rano Karno menuduh pasangan nomor urt satu telah berbuat curang.

Mengomentari tuduhan tim Rano Karno, Peneliti Lembaga Survei Stratak Indonesia (LSSI/Stratakindo) Octarina Soebardjo, mengaku tak heran dengan kemenangan telak yang diraih pasangan nomor urut satu itu. Pasalnya, Kota Tangerang memang sejak dulu menjadi basis masa kekuatan Wahidin.

Octa menjelaskan, jika merunut sejarah pilkada yang dilakukan di Kota Tangerang perolehan suara Wadhidin sekarang ini malah menurun, bila dibandingkan dengan Pilwalkot tahun 2008 atau Pilgub 2011.

"Pada pemilihan Wali Kota Tangerang tahun 2008, Wahidin meraih suara 89,4%. Sedangkan pada Pilkada Gubernur Banten tahun 2011, Wahidin memperoleh suara sebesar 72,79%" kata Octa, Minggu (19/2) kemarin

Sebagai peneliti, Octa meminta Rano-Embay beserta tim untuk jujur secara ilmiah dengan membuka hasil survei yang dilakukan oleh tim internal pemenangan. Octa yakin bahwa survei manapun hasilnya akan menarik kesimpulan yang sama, yakni terlalu sulit untuk mengalahkan Wahidin Halim di Kota Tangerang.

“Saya kira Rano dan tim strategi serta para ahli yang ada di belakangnya harus jujur secara ilmiah dan sewajarnya menempatkan Kota Tangerang adalah lumbung suara atau basisnya WH. Itu kalau Rano menyelenggarakan survei berkala, kecuali enggak pernah survei sama sekali dan buta peta kekuatan," kata Octa, Minggu (19/2) kemarin.

Lembagnya sendiri kata Octa, telah berkali-kali melakukan survey pada Pilgub Banten 2017, dan hasilnya tetap sama. Wahidin Halim selalu unggul jauh di Kota Tangerang.

"Sedari awal kami menyelenggarakan survei pilkada Banten, posisi WH selalu unggul telak di Kota Tangerang," ujar Octarina. (Red)