Tolak penambangan Pasir Laut, Masyarakat dan Mahasiswa Demo DPRD Banten
Serang, Progresnews.com -- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Banten melakukan unjuk rasa menolak penambangan pasir di Wilayah Banten Utara yang telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat, di depan Gedung DPRD Provinsi Banten , Rabu (13/4) siang.
"Sudah 12 tahun, rakyat pesisir utara laut Banten merasakan dampak destruktif dan eksplotatif dari perusahaan penambangan pasir laut. Kondisi ini menekan rakyat yang hari demi hari semakin mengalami kesulitan hidup", Ujar Septian selaku Humas Massa aksi.
Septian menuturkan bahwa masyarakat pun mendapatkan perilaku Represif, Intimidatif, dan Politik pecah belah ketika melakukan penolakan terhadap aktifitas tambang pasir laut di Banten Utara.
"Intimidasi baik fisik ataupun psikis, tindakan represif sampai politik pecah belah dilakukan kepada masyarakat. Semua itu dilakukan demi langgengnya aktifitas eksplotasi perusahaan yang selama ini cenderung merusak", Lanjut Septian.
Aliansi massa yang terdiri dari masyarakat lontar, FKPN, FAM Tangerang, dan SMGI ini juga menilai ada konspirasi antara oknum Koperasi Tirta Niaga dengan Banten Global Development dan Banten Global Property. Konspirasi yang dimaksud adalah dugaan terjadinya pemalsuan dokumen dan tanda tangan yang berujung keluarnya perizinan baru dua lokasi tambang untuk PT.Pandu Khatulistiwa dan PT.HLS dalam kepentingan reklamasi Pantai Utara Jakarta.
"Ada Konspirasi, dimana telah terjadi pemalsuan dokumen dan tanda tangan oleh oknum tirta niaga pantura dengan BUMD BGD dan BGP untuk kembali melakukan penambangan pasir laut. yang berujung keluarnya perizinan baru untuk dua lokasi tambang PT. Pandu Khatulistiwa dan PT. HLS untuk kepentingan reklamasi pantai utara jakarta", Papar Septian.
Dalam kesempatan tersebut, massa aksi yang ingin melakukan audiensi langsung dengan pimpinan dewan dan komisi 2, hanya ditemui oleh kasubag humas dan Protokol DPRD Banten, Ibud Sihabudin. Pasalnya, Pimpinan dewan dan komisi 2 seluruhnya sedang mengikuti agenda di luar Kota. Ibud menjelaskan kepada massa aksi bahwa agenda audiensi telah disetujui pimpinan dewan serta komisi 2, namun di agendakan jumat pekan depan (22 April 2016).
"Aspirasi dari rekan-rekan telah saya catat dan sampaikan kepada pimpinan dewan dan komisi 2 selaku komisi yang membidangi kelautan dan perikanan. Tapi hari ini semuanya sedang tidak ada ditempat, ada agenda di luar kota. Saya tadi dapat pesan audiensi nya di jadwalkan jumat depan", jelas Ibud kepada massa aksi.
Tidak begitu saja percaya kepada janji yang disampaikan Ibud Sihabudin, Massa aksi meminta pendandatanganan kesepakatan agenda Audiensi dengan DPRD Banten pada 22 April 2016. Akhirnya perwakilan massa aksi, Kasubag Humas dan Protokol DPRD Banten menandatangani Kesepakatan Audiensi disaksikan oleh Kapolres Curug. (Kahfi/Haedi)
-
Rabu, 24/10/2018 17:43 WIB
Untuk Kedua Kalinya, Untirta Gelar International Conference On Food Security Innovation
-
Senin, 22/10/2018 14:58 WIB
Peksiminas 2018, Mahasiswa Banten Sukses Boyong 4 Penghargaan
-
Minggu, 21/10/2018 17:00 WIB
SMANSA Ekspo 2018, Pendidikan Gratis Pacu Kreatifitas Anak Didik
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain