Serang, progresnews.com -- Peristiwa menghebohkan kembali mengguncang Indonesia. Sebuah aksi keji anggota polisi yang tega memutilasi dua anak kandungnya sendiri, terjadi di Asrama Polres Melawi, Gang Darul Falah, Desa Faal, Kecamatan Nanga Pinoh. Tepat pukul 00.15 WITA, Jumat (26/02). Adalah Brigadir Petrus Bakus, tega membunuh kedua anaknya yang masih balita, lalu memotong-motong mayat anak-anaknya itu.

Perbuatan Sadis yang dilakukan Brigadir Petrus Bakus lantaran dirinya mengidap penyakit Schizofernia, yaitu hilangnya sebagian memory dalam otak yang memicu tingkat emosi tak terkendali. Ia mkengidap penyakit itu sejak usia 14 tahun.

Selain Kasus Brigadir Petrus Bakus, kasus mutilasi juga semnpat menghebohkan publik tanah air. Berikut beberapa perbuatan keji mutilasi yang pernah terjadi di tanah air,

1. Lantaran Cemburu, Istri memutilasi suami menjadi 13 bagian

Pada tahun 2008 silam, warga kota Tangerang sempat dihebohkan dengan kasus mutilasi yang dilakukan oleh perempuan kepada suaminya. Pembunuhan ini dilakukan Rumiyati lantaran cemburu saat Hendra, sang suami akan menghabiskan Idul Fitri dengan istri ketiga.

Tak disangka, lelaki yang berprofesi sebagai sopir angkot G-03 jurusan Kalideres-Kotabumi Tangerang ini harus meregang nyawa di tangan istrinya sendiri, Sri Rumiyati. Jasad Hendra terpotong 13 bagian dalam 8 kresek warna merah. Potongan mayat itu dibuang Rumiyati dalam keadaan terpisah-pisah. 2 kantong di bus Primajasa arah Bandung, 3 kantong di bus Prima Asli arah Cirebon, 2 kantong di bus patas Mayasari ,dan 1 kantong berisi kepala di belakang kursi kemudi taksi berwarna putih. Sungguh kejam.

2. Mutilasi oleh Ryan, gay sekaligus Pembunuh berantai

Very Idham Henyaksah alias Ryan, jejaka asal jombang yang mendadak terkenal karena karena perbuatannya yang menghilangkan nyawa manusia karena alasan yang dianggap tidak normal. Bermula dari terungkapnya kasus mutilasi terhadap Heri Santoso, polisi meneruskan kasus ini hingga menemukan 10 orang korban lainnya. Ryan dianggap sebagai seorang gay dan polisi menduga kasus pembunuhan Heri ini dilatarbelakangi oleh alasan cemburu.

Pembunuhan yang dilakukan Ryan terhadap Heri tergolong sangat sadis. Ia menikam dan memukuli korban dengan sebatang besi. Kemudian, memotong-motong tubuh si mayat menjadi tujuh bagian, mencuci dan membersihkannya dengan darah. Kebencian Ryan pada Heri juga ditunjukkan lewat ia merusak alat vital Heri. Pada akhirnya, Ryan resmi dijatuhkan hukuman mati karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan mutilasi.

3. Babe, sang pedofil pembunuh 8 anak jalanan

Peristiwa pembunuhan keji dan berantai dengan cara mutilasi juga dilakukan Baekuni alias Babe (48). Kekejian Babe mulai tercium saat ditemukannya potongan tubuh bocah bernama Ardiansyah di Cakung Jakarta Timur tanggal 8 Januari 2010. Aksi keji Babe diperkirakan sejak tahun 1998 dan pembunuhan cara mutilasi baru sejak tahun 2007.

Tak hanya membunuh dan memutilasi, koordinator asongan dan anak jalanan ini juga menyodomi korbannya setelah menjadi mayat. Yang lebih gila, ia mengaku menikmati penderitaan yang dialami korbannya yang sekarat.

Dari hasil pemeriksaan psikolog Universitas Indonesia (UI) Prof Sarlito Wirawan bahwa Babe mengidap homoseksual, pedofilia ataupun ketertarikan seksual dengan anak di bawah umur, dan nekrofil yaitu tertarik berhubungan seksual dengan mayat. Kelainan kejiwaan ini dilatarbelakangi oleh masa kecil Babe yang sering mendapat kekerasaan psikologis dan pernah di sodomi. (Haedi/PN06)