Teken MoU, Bank Banten Dukung Kemudahan Pencairan Dana Pemprov
Serang, Progresnews.com -- PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk atau Bank Banten menandatangani kerja sama penggunaan surat elektronik pencairan dana (e-SP2D) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa dan Kepala BPKAD Banten, Nandy Mulya S. di Serang, Banten, (16/4/2018). Kerja sama tersebut sebagai usaha peningkatan keuangan daerah, salah satunya dengan menerapkan e-SP2D atau SP2D online. Penerapan e-SP2D tersebut dalam rangka mendukung terwujudnya tata pemerintahan yang baik dan bersih dalam penyelenggaraan otonomi daerah.
Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Banten dalam mendukung setiap program Pemprov Banten dalam upaya mengelola keuangan dan aset.
"Bank Banten sudah sepatutnya mendukung program Pemprov Banten, terutama dalam pengelolaan sistem. Saat ini aplikasi e-SP2D ini sudah rampung, mudah-mudahan semakin memudahkan BPKAD dalam hal pengelolaan keuangan daerah," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (17/4).
Selain itu, lanjut dia, saat ini dari segi teknologi informasi, Bank Banten juga terus mengembangkan sistem seiring dengan perkembangan teknologi dan kaitannya dengan pembayaran non-tunai.
Sementara itu, Kepala BPKAD Banten, Nandy Mulyas S menjelaskan manfaat e-SP2D online berbasis SIMRAL antara lain adalah dapat memonitor pengeluaran rekening kas daerah secara online dari kantor kas daerah pemda dan mempermudah Kasda dan Bank Banten dalam melakukan rekonsiliasi data pencairan SP2D ke rekening SKPD atau pihak ketiga.
Pencairan SP2D pun dilakukan tepat waktu untuk mengurangi risiko pengembalian berkas SP2D karena adanya kesalahan. Penerapan E-SP2D tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam melakukan transparansi dan percepatan pelayanan.
Nantinya, Pemerintah Daerah juga dapat memantau keuangan negara, sehingga dapat diakses melalui smartphone atau komputer untuk membantu dalam mengetahui kondisi Kas Daerah.
"Kas Daerah menjadi lebih mudah dipantau, tinggal buka aplikasi akan terlihat, tanpa perlu datang ke bank karena sudah online secara real time," tutup Nandy. (Red)
-
Rabu, 24/10/2018 16:25 WIBDampingi Presiden, Gubernur Buka Trade Expo Indonesia Tahun 2018
-
Selasa, 16/10/2018 16:29 WIB
Ribuan Hektar Sawah Kekeringan, Pemprov Banten Siapkan Bantuan Pompanisasi
-
Selasa, 16/10/2018 09:10 WIB
Pemprov Banten Siap Lepas Saham 5,37 Persen di BJB
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain