Tangerang, Progresnews.com -- Diulang tahunnya yang Ke-37, Taman Nasional Komodo mendapat kado istimewa dari perusahaan Google Indonesia. Sebuah video animasi terpasang di Doodle, halaman muka mesin pencari serba bisa tersebut .

Ketika anda membuka mesin pencari Google, anda akan menemukan satu animasi yang menarik tentang fakta-fakta yang dikemas dengan pertanyaan tentang Komodo. Google, sepertinya ingin menguji sejauh mana anda mengetahui tentang spesies purba tersebut.

Untuk menambah wawasan Anda, berikut beberapa fakta tentang Kadal Raksasa yang secara alami hanya ditemui di Indonesia, di pulau Komodo, Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara :

1. Spesies Kadal Terbesar Di Dunia

Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki berat sekitar 70 kilogram namun komodo yang dipelihara di penangkaran sering memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram, termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya.

Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5cm, yang kerap diganti. Air liur komodo sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan.

2. Indera Pencium Yang Tajam

Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli, seperti reptil lainnya, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9.5 kilometer.

3. Kecepatan Lari Hingga 20km/Jam

Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek; berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter; serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat.

4. Mengandung Virus Dan Pernah Membunuh Manusia

Pada akhir 2005, peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menyimpulkan bahwa biawak Perentie (Varanus giganteus) dan biawak-biawak lainnya, memiliki semacam bisa. Di samping mengandung bisa, air liur komodo juga memiliki aneka bakteri mematikan di dalamnya. Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan septikemia pada korbannya.

Meskipun jarang terjadi, komodo diketahui dapat membunuh manusia. Pada tanggal 4 Juni 2007, seekor komodo diketahui menyerang seorang anak laki-laki berumur delapan tahun. Anak ini kemudian meninggal karena perdarahan berat dari luka-lukanya. Ini adalah catatan pertama mengenai serangan yang berakibat kematian pada 33 tahun terakhir.

5. Masa Reproduksi

Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September. Selama periode ini, komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan teritorinya dengan cara "bergulat" dengan jantan lainnya sambil berdiri di atas kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan terjatuh dan "terkunci" ke tanah. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk bertempur.

6. Terancam Punah

Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan dikatagorikan sebagai spesies Rentan dalam daftar IUCN Red List . Sekitar 4.000–5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di pulau-pulau Rinca (1.300 ekor), Gili Motang (100), Gili Dasami (100), Komodo (1.700), dan Flores (mungkin sekitar 2.000 ekor). Meski demikian, ada keprihatinan mengenai populasi ini karena diperkirakan dari semuanya itu hanya tinggal 350 ekor betina yang produktif dan dapat berbiak. (Red)