Tangerang, Progresnews.com -- Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis hasil penelitiannya pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten tahun 2017. Pasangan calon Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy memperoleh 42,7 persen dukungan sementara kubu petahana saingannya memperoleh 36,2 persen .
Dari keterangan tertulis yang diperoleh wartawan di Jakarta, survei berlangsung tatap muka dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan pada tanggal 20 sampai 24 Desember 2016 dengan jumlah responden 700 dan margin of error 3,8 persen.
Baca Juga : Pilgub Banten 2017, Abuya Muhtadi Tegaskan Dukung Wahidin Halim
Peneliti Jaringan Suara Indonesia (JSI) Fajar S. Tamin, menerangkan, survei tersebut untuk melihat sejauh mana peluang menang masing-masing pasangan calon dan seberapa besar tingkat preferensi serta bagaimana pemilih yang notabene rakyat Banten mengevaluasi figur dan track record masing-masing kandidat.
"Berdasarkan responden yang sama-sama mengenal kedua nama calon gubernur maka pasangan Wahidin Halim - Andika Hazrumy meraih 42,7 persen dukungan, sementara pasangan Rano - Embay meraih 36,2 persen. Sisanya sebanyak 21,1 persen menyatakan rahasia, tidak tahu dan tidak menjawab," ujar Fajar dalam rilis yang diterima, Kamis (29/12/2016).
Selanjutnya kata Fajar, hasil evaluasi responden atas petahana. Hasilnya cukup mengejutkan, karena mayoritas pemilih di Banten tidak menginginkan kembali Rano Karno menjabat sebagai Gubernur Banten untuk periode 2017 - 2022. "Hanya sekitar 41,8% saja yg menginginkan kembali RK sebagai Gubernur Banten," imbuhnya.
Baca Juga : Pimpinan Ponpes Di Serang Ajak Masyarakat Pilih Wahidin Halim-Andika
Dia menegaskan, temuan ini sebagai evaluasi publik real time sehingga akan berdampak pada tidak dipilihnya petahana pada pilkada Banten di Bulan Februari 2017 ini. Temuan mengejutkan lain yang diungkap JSI adalah soal mesin pemenangan.
Menurut Fajar, 66,7 persen responden menyatakan pernah didatangi relawan atau tim sukses pasangan Wahidin-Andika. Sementara relawan atau tim sukses Rano-Embay pernah mendatangi rumah responden sebanyak 28,2 persen.
"Ini artinya kerja mesin pemenangan tim WH-Andika berjalan, sementara mesin pemenangan Rano-Embay tak bergerak massif," pungkas Fajar.
Perhelatan Pilgub Banten sendiri sedianya akan digelar pada 15 Februari 2017, serentak dengan lebih dari seratus daerah lainnya di Indonesia. (Red)

