Bekasi, Progresnews.com -- Surat wasiat yang merupakan pesan terakhir Dian Yulia Novi salah satu yang diduga eksekutor bom Bekasi tersebar di internet. Surat wasiat tersebut pertama kali diunggah pemilik akun Facebook Priya Husada.
Dia memposting Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan surat wasiat perempuan yang diklaim pihak kepolisian sebagai anggota jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JAKDN), yang berafiliasi kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
"KTP calon pengantin bom Bekasi, Dian Yulia Novi," tulis Priya Husada di dinding Facebook pribadinya tersebut.
Surat wasiat pertama Dian, diyakini diberikan untuk keluarganya, berikut surat wasiat tersebut :
Jaman Rasulullah Tidak Ada Tahlilan
Ya sudah, jaga diri kalian baik-baik. Semua yang terjadi karena kehendak Allah, dan apa yang saya lakukan bukan tanpa ilmu. Saya tau mana yang baik dan mana yang buruk.
Ingat pesanku ya, shalat 5 waktu dan jangan pernah menyekutukan Allah, dan jauhi segala larangannya. Dan bilang kalian ingat pesanku, Insya Allah kelak kita akan berkumpul kembali di alam yang lebih indah.
inilah caraku berbakti pada agama dan pada kalian orangtuaku. Jangan pernah kalian membenci jalanku ini... Allah bersama orang-orang yang beriman Sayang dan cintaku untuk kalian, dari anakmu
Tertanda (Dian Yulia Novi)
Sementara surat wasiat kedua, diyakini dikhususkan untuk suaminya. Berikut suratnya:
Assalamualikum Wr Wb
Bismillah, Segala Puji bagi Allah Ta'ala, Robby semesta Alam. Shalawat dan salam tercurah pada Rasulluhlah dan para sabahatnya
Wahai Mujahitku Kita berjumpa dan berpisah karena Allah SWT dan mengaharapkan Ridha-Nya. Bismillah. Puji syukur Allah Ta'ala telah memperjodohkan kita walau hanya sekejap. Mungkin tak banyak kenangan di antara kita, namun alhamdulillah sudah lebih dari cukup bagiku merasakan indahnya sebagai istri, walau kusadar saya masih jauh dari predikat istri shalehah.
Dan Arwan Azir, saya selama menjadi istri Aa, mempunyai banyak salah dan dari segala sikapku yang kurang berkenan di hati antum, saya berharap Aa dapat mengikhlaskan dan meridhai kepergianku karena ku sadar ridha dan keisklasan Aa sebagai suami sangat penting untukku.
Doakan saya juga supaya upayaku diterima di sisiNya dan mendapatkan nama Syahi. Amin alhumma amin. Dan seiringnya waktu, alhamdulillah cinta itu tumbuh dan semoga abadi sampai jannah-Nya (Surga).
Sampaikan salam dan ucapan jarakidah khairan khatsir pada Umi Nasihan karena beliau telah ikhlas berbagi suami, dan semoga kita semua berkumpul di jannahNya kelak. Amin Alhumma. Amin.
Sudah dulu ya... Insya Allah kita sambung kembali dan berkumpul di tempat yang lebih indah. Wassalam. Tertanda (Dian).
Diketahui, Tim Densus Anti Teror 88 Polri mengamankan tiga terduga teroris dari Bintara Jaya Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/12). Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar menegaskan, ketiga terduga lelaki berinisial S, dan A serta wanita berinisial Dian Yulia Novi (DYN).
Ketiganya disinyalir berhubungan dengan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JAKDN), yang berafiliasi kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), “Kami bersyukur, ini merupakan langkah-langkah pencegahan agar rencana-rencana teror ini bisa digagalkan,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar.
Selain itu, sampai saat ini, Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap bahan peledak yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Bahan peledak yang ditemukan cukup besar, berbobot sekitar 3 kg.
Polisi masih mempertimbangkan cara terbaik mengevakuasi bahan peledak tersebut. Apakah akan dibawa ke tempat lain atau diledakkan di tempat. “Konsentrasinya, bagaimana ini dijinakkan dulu,” lanjut Irjen Boy Rafli Amar.
Rencana yang berhasil dideteksi Polisi, terduga teroris ini akan melakukan pengeboman pada obyek vital nasional dalam waktu dekat. Adapun yang bertindak sebagai eksekutor (“pengantin”) adalah terduga pelaku perempuan, DYN.
Sebelumnya, seperti dilansir tribunnews.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, polisi sudah mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pemilik tas yang berisi bom di sebuah rumah indekos di Jalan Bintara Jaya 8, Bekasi Kota, Sabtu (10/12).
Bom tersebut, kata Argo, salah satunya ditaruh di dalam sebuah panci. Bom tersebut rencananya akan diledakkan di Istana Negara, "Rencananya seperti itu, di Istana Negara," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (10/12/2016).
Argo menjelaskan, satu bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara oleh salah satu orang yang diamankan tersebut, yakni DYN. Namun, polisi belum bisa memastikan apa motif bom tersebut hendak diledakan di Istana Negara.
"Dua orang (NS dan AS) berasal dari Solo," imbuhnya. Ketiga orang itu diduga bernama Dian Yulia Novi (DHN), Nur Solihin dan Agus Supriyadi. Seorang lainnya, Suryanto warga Karanganyar, Jawa Tengah, ditangkap beberapa jam kemudian. (Red)

