Tangerang, Progresnews.com -- Calon Gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim kembali menegaskan komitmennya terhadap politik anti dinasti. Baginya, era dinasti sudah lewat dan tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.
Adapun soal Andika yang kini menjadi pendampingnya, Wahidin Halim meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Terlepas apapun latar belakang Andika, bagi Wahidin ia merupakan sosok muda yang mau belajar dan memperbaiki diri.
Oleh karennya, Wahidin Halim meminta masyarakat untuk terus mendoakan dan memenangkan dirinya dengan Andika pada Pilgub Banten kali ini.
"Anak muda, dinasti sudah lewat, saya akan membimbing dia. Lepas dari siapapun Andika, sekarang dengan saya. Kita akan bersama bangun Banten" kata Wahidin kepada Warga Kreo, Kota Tangerang, Banten, Jumat (21/1) malam,
Pada kesempatan tersebut, Wahidin Halim juga memaparkan program unggulan yang nantinya akan ia kerjakan bersama Andika, salah satunya dibidang kesehatan. Jika terpilih, Wahidin berjanji akan menggratiskan warga untuk berobat dan menghilangkan uang muka rumah sakit.
"Persoalan kita kesehatan, saya tidak setuju BPJS. Karena apa, ngeluarin duit. Saya mau dengan KTP bapak ibu bisa berobat, bisa dirawat kalau sakit. Saya enggak mau orang berobat ke rumah sakit didiamkan saja karena enggak ada uang mukanya," ucapnya.
Wahidin juga meminta warga untuk tidak menerima politik uang. Menurutnya, politik uang saat kampanye merupakan bibit korupsi ketika terpilih memimpin di pemerintahan.
"Jangan sampai dengan Rp 50 ribu pindah pilihan. Jadi gubernur bisa saja korupsi karena dari mana? Dari kampanye itu Rp 50 ribu kasih ke 10 juta orang. Berapa? Rp 500 milyar. Supaya balik modal korupsi. Jangan," tutur Wahidin.
Di akhir pembicaraan ia berjani akan membenahi Banten seperti dia menjadi wali kota Tangerang dulu, "Tapi minta apapun nanti saja, ketika nanti saya jadi Gubernur," imbuhnya.
"Saya ingin membangun kebaikan kemanfaatan. Tidak ada lagi yang saya inginkan. Saya wakafkan diri saya untuk Banten tercinta. Saatnya kita berjihad," imbuh calon gubernur yang didukung 7 partai itu. (Dtk/Red)

