Tangerang, Progresnews.com – Pada Diskusi Hari Anti Korupsi Internasional pada Jumat (9/12) kamrin, Jazuli Abdillah, juru bicara pasangan calon gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Andika, menantang calon petahana Rano Karno mendatangi KPK.
Hal itu kata Jazuli untuk membuktikan komitmen Rano Karno sekaligus menepis indikasi korupsi yang menyebut keterlibatannya dalam menerima aliran dana korupsi belasan miliar rupiah.
Baca Juga : Usai Pilgub Banten 2017, Rano Karno Dibidik KPK
"Dalam momentum Hari Antikorupsi ini, Pak WH menantang RK untuk sama-sama datang ke KPK dan menanyakan siapa sebenarnya yang terlibat korupsi, sebagaimana disebut Ketua KPK Agus Rahardjo bahwa ada salah satu cagub Banten yang terlibat korupsi itu," tegas Jazuli saat menjadi menjadi pembicara di acara diskusi ‘Jika RK Jadi Tersangka’, Jumat (9/12) kemarin.
Komitemen pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy terhadap pemberantasan korupsi kata Jazuli, tidak perlu dipertanyakan lagi. Komitmen tersbeut bukanlah sekadar lips service yang selesai pada kata-kata, atau pun hanya sebatas formalitas pencitraan melalui fakta integritas, namun harus lebih dalam dan mengakar.
"Bagi Pak WH-Andika, gerakan antikorupsi adalah gerakan sosial dan gerakan budaya yang harus terinternalisasi ke semua sendi kehidupan masyarakat. Bukan hanya jadi komoditas politik jelang pilkada," terangnya.
Baca Juga : Soal Cagub Korupsi, Tim Paslon Nomor Satu Minta KPK Umumkan Secepatnya
Saat ini, sambung Jazuli, indikasi praktik korupsi di Banten yang sempat menyebut nama petahana Rano Karno sebagai penerima aliran dana belasan miliar dari kasus TPPU Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan masih terbendung dan belum mau diungkap oleh KPK.
Meski menyayangkan sikap KPK yang terkesan "loyo" atas pengungkapan kasus korupsi tersebut, Tim Wahidin Halim-Andika pun berharap agar lembaga antirasuah itu secepatnya berani memberikan kepastian status hukum, lantaran menyangkut masa depan kepemimpinan di provinsi Banten nantinya.
"Sekarang ini lucu. Karena panik, ada calon tim sebelah yang justru mengaku-ngaku paling bersih dan melempar balik isu korupsi ke Pak WH-Andika, padahal indikasi dari KPK jelas mengarah ke siapa. Oleh karena itu kita tantang mereka datang ke KPK bantah tuduhan itu," tandasnya.
Baca Juga : KPK Bidik Rano Karno Jadi Trending Topic Di Twitter
Sementara, Tim Hukum WH-Andika, Ramdan Alamsyah mengemukakan jika pekan depan KPK akan menggelar audiensi membahas dugaan yang menyebut adanya praktik korupsi yang dilakukan oleh seorang cagub Banten tersebut.
"Dari Humas bahwasanya minggu depan kita akan dipanggil di sini beraudiensi dengan pihak Pak Agus pimpinan KPK," ujar Ramdan usai bertandang ke Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini. (Red)

