Tangerang, Progresnew.com --, Diawal sambutannya dalam acara silaturahmi bersama guru Play Group , PAUD dan Taman Kanak-kana Se-Kabupaten Tangerang, Calon Gubernur nomor urut Satu Wahidin Halim mendoakan agar honor dan insentif para guru bisa cepat naik, serta bisa secepatnya diangkat menjadi PNS
"Saya doakan supaya honornya naik, diangkat jadi PNS semua, insentifnya naik" kata Wahidin Halim, yang langsung diaminkan oleh seluruh guru yang hadir di aula kantor Partai Golkar, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/11)
Pada kesempatan tersebut, Wahidin Halim juga kembali menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan di Banten.
"Di Kita Tangerang saya bangun 1000 posyandu sekaligus, sekaligus dengan ruangan yang bisa difungsikan sebagau PAUD. Saya juga gratiskan biaya kesehatan untuk ibu-ibu gurunya" kata Wahidin Halim
Bahkan kata Wahidin, Ketika dirinya menjadi Wakil Ketua Komisii II DPR RI, ia adalah salah satu yang memperjuangkan percepatan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.
"sewaktu saya jadi DPR RI, saya kumpulkan 440ribu dari tenaga honorer golongan K2, sudah saya usulkan agar K2 maupun honorer kategori lainnya untuk diangkat menjadi PNS. Perjuangan itu sudah saya sampaikan karena saya merasa bangga kepada para pendidik. "
Kebanggan dan kecintaan Wahidin Halim terhadap pendidikan, berangkat dari pengalaman ayahnya yang juga berprofesi sebagai guru
"Bapak saya adalah guru, jadi saya tahu susahnya bagaimana menjadi guru, saya tau kehidupan ekonomi para guru. Jadi, Saya bangga, kepada para guru-guru, khusnya guru PAUD yang luar biasa, yang berkorban dan beribadah, semata-mata hanya untuk ridho Allah SWT" Kata Wahidin Halim
Wahidin pun berbagi cerita tentang kegiata PAUD cucunya di Selandia Baru. Mulai dari tenaga kesehatan, tenaga konsuling, sampai ke tenaga pengajar, semua disediakan pemerintah, dengan kualifikasi yang sangat memadai.
"Pemerintah belum bertanggung jawab terhadap pendidikan di Indonesia. Cucu saya di selandia baru, dan itu perhatiannya (dari Pemerintah) luar biasa. Mulai dari dokter, tenaga konseling semua disediakan oleh pemerintah. Pemerintah benar-benar bertanggung jawab atas pemenuhan pendidikan di sana." kata Wahidin
"Kalau di kita beda karena belum paham, untuk itu harus kita bentuk karakternya mentalnya. Mulai dari anak usia dini harus di sekolahkan. Oleh karena itu negara bertanggung jawab meneuhi semua kebutuhan pendidikan baik untuk guru maupun murid-muridnya"tambah Wahidin. (Red)

