Silang Pendapat Rini Soemarno dan Rizal Ramli Soal Garuda Borong Airbus
5 hari ago Ekonomi Leave a comment 73 Views
Berita Terkait
Tak Hanya Kritik, Menteri Rizal Tantang Jusuf Kalla Debat Soal Listrik.
10 jam ago
Meski Tak Terima Gaji, Nama Puan Maharani Masih Tercatat Di DPR
5 hari ago
Menhan Perintahkan Industri Ransum Cukupi Kebutuhan Gizi Prajurit
6 hari ago
Jakarta, Progresnews.com — Rencana Garuda Indonesia yang akan memborong Airbus A350B ditentang oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli. Dia mengaku telah menggagas pembatalan rencana pembelian pesawat Airbus A350 oleh Garuda Indonesia.
“Minggu lalu, saya ketemu Presiden Jokowi. Saya bilang, Mas, saya minta tolong layanan diperhatikan. Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman 44,5 miliar dollar AS dari China Aviation Bank untuk beli pesawat Airbus A350 sebanyak 30 unit. Itu hanya cocok untuk Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa,” ujar Rizal Ramli di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (13/8).
Menurut analisa Koordinator menteri Kemaritiman yang baru diantik itu, rute internasional khususnya Eropa dan Amerika yang akan diterbangi oleh Garuda Indonesia tidak menguntungkan, hal itu juga dialami oleh maskapai di kawasan ASEAN seperti Singapore Airlines.
Oleh karena itu, ketimbang mengembangkan bisnis penerbangan rute internasional, lebih baik Garuda membeli pesawat Airbus A320 dan memilih fokus menguasai bisnis penerbangan domestik dan regional Asia.
“Kita kuasai dulu pasar regional lima sampai tujuh tahun ke depan. Kalau sudah kuat, baru kita hantam. Presiden setuju (pembatalan pembelian pesawat), dan kami panggil direksi (Garuda), dan batalkan supaya ganti,” kata Rizal.
Usaha Rizal menggagalkan upaya pembelian pesawat oleh Garuda bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat dia menjabat sebagai Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, Garuda saat itu tak mampu membayar utang kepada konsorsium bank Eropa sebesar 1,8 miliar dollar AS. Hingga akhirnya, Rizal pun mengirim surat grasi ke Frankfurt, Jerman, untuk balik menuntut konsorsium bank Eropa itu karena menerima bunga dari kredit dengan ekstra 50 persen. Akhirnya, paska dituntut itu, para bankir meminta damai dan sepakat merestrukturisasi utang Garuda.
Karena pengalaman itulah, Rizal tak mau Garuda membeli perawat Airbus A350 untuk penerbangan ke Amerika dan Eropa. Terlebih lagi, kata dia, dana pembelian itu juga meminjam dari China Aviation Bank.
Berbeda dengan Rizal, Menteri BUMN Rino Soemarno dengan tegas melarang siappun untuk melakukan intervensi terhadap Garuda Indonesia, termasuk Menko Kemaritiman.
“BUMN itu (Garuda) jelas di bawah Kemenko Perekonomian, bukan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Jadi, jangan ada yang mencampuri Garuda di luar Kemenko Perekonomian,” kata Rini sebagaimana dikutip Antara , Kamis (13/5). (PN06)
Google +
