Serang, Progresnews.com -- Perkembangan tekhnologi komunikasi membuat banyak orang tak bisa dilepaskan dari gadget, termasuk anak-anak. Entah itu untuk belajar, berselancar di dunia maya, atau bermain game . Hal yang pasti, kecanduan gadget terhadap anak-anak sudah sangat memperihatinkan.

Padahal keseringan menggunakan gadget terlebih bagi anak-anak sangat berbahaya, sebagaimana dilansir dari New York Post, dimana riset baru di The Lancet Child & Adolescent Health, menunjukan bahwa anak-anak yang menatap layar selama lebih dari dua jam per hari berisiko mengalami kerugian kognitif atau kemampuan berpikir.

Riset ini melibatkan 4.500 anak-anak Amerika Serikat yang berusia 8 hingga 11 tahun dan dilihat aktivitas gadget nya. Setelah itu data tersebut dijadikan pembanding untuk tes mengukur perkembangan otak.

Hasilnya, anak-anak yang menggunakan gadget untuk hiburan (selain tugas sekolah) tidak lebih dari 120 menit dinilai lebih baik pada kemampuan bahasa, memori episodik, fokus, working memory hingga kecepatan pemrosesan.

Anak-anak yang berprestasi tinggi relatif cenderung jarang bermain gadget, meskipun secara umum mereka juga menghabiskan 3,6 jam setiap hari untuk menonton TV, komputer, dan perangkat seluler. Namun, para peneliti mengatakan diperlukan riset lebih dalam lagi, untuk memastikannya.

"Termasuk mempelajari pengaruh berbagai jenis waktu layar—apakah konten adalah pendidikan atau hiburan, dan apakah itu memerlukan fokus atau terkait multitasking," kata Jeremy Walsh, yang memimpin CHEO Research Institute di Ottawa.

Dalam riset ini didapati fakta bahwa kinerja kognitif anak akan meningkat jika membatasi waktu tidur yakni 9 jam per malam dan satu jam aktivitas fisik setiap hari. (Red)