Serang , Progresnews.com – Temuan Panwaslu Kota Serang terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Calon Gubernur Rano Karno, menyeret Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.
Dwi Hesti Hendarti pun akhirnya dipanggil pihak Panwaslu Kota Serang untuk memberikan keterangan. Namun, berdasarkan pengakuannya, ia tak lagi ditempat saat Rano mengunjungi rumah sakit yang dipimpinnya itu.
“Saya sendiri nggak ada di kantor waktu itu. Jam 11 itu kan jam besuk, jadi siapa saja boleh masuk,” kata Dwi Hesti Hendarti diwawancara usai dimintai keterangan di kantor Panwaslu Kota Serang, Selasa (22/11).
Baca Juga : Diduga Bagi-bagi Uang Di RSUD, Rano Karno Terancam Pidana Penjara
Hesti mengaku tidak mendapat konfirmasi terkait kedatangan gubernur non aktif ke rumah sakit milik Pemprov Banten tersebut.
“Tidak ada konfirmasi mau datang ke rumah sakit. Komunikasi hanya menanyakan kondisi anak (pasien) itu aja, Kata beliau (Rano Karno-red) pengen diskusi sama dokternya. Kalau rumah sakit kan punya masyarakat,” tuturnya.
Hesti menyebut keluarga pasien sudah menganggap Rano Karno sebagai keluarganya sendiri, "Beliau (Rano-red) udah dianggap keluarga sama keluarga pasien. Nggak ada indikasi menunjukkan ini itu," ucap Hesti.
Sebagai informasi, seperti dilansir Newsmedia, dalam kunjungan tersebut, Rano Karno tidak hanya memberikan bingkisan kepada seorang pasien yang disebut Hesti tersebut, melainkan memberikan bingkisan juga kepada pasien lain yang ada di rumah sakit tersebut.
Selain Direktur RSUD Banten, pada saat yang sama Panwaslu Kota Serang juga memanggil tim pemenangan pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten nomor urut dua, Rano Karno-Embay Mulya Syarief, yang diwakili kuasa hukumnya, Astiruddin Purba.
Baca Juga : Diduga Menyalahgunakan Wewenang, Rano Karno Dilaporkan Ke Bawaslu
Purba mengatakan kedatangan Rano Karno ke RSUD Banten bukan dalam rangka kampanye, melainkan secara individu.
“Kebetulan kemarin dokter yang menangani pasien nelepon Pak Rano, katanya pasien mau pulang. Karena sudah dianggap keluarga, akhirnya Pak Rano mampir untuk nengok, bukan dalam rangka kampanye," kata Purba setelah memberikan klarifikasi ke Panwaslu Kota Serang.

