Pilgub Banten 2017, Ketua Umum DPP Gema MA : 'Mathlaul Anwar Harus Netral'

Tangerang, Progresnews.com -- DPP Generasi Muda Mathlaul Anwar (Gema MA) menolak keputusan PW MA Banten yang memberikan dukungan politik kepada pasangan Rano-Embay. Sebagai Organisasi Islam terbesar ke-3, MA sudah seharusnya mengambil jalan tengah untuk tetap netral dan fokus pada gerakan dakwah dan pendidikan.

Ketua Umum DPP Gema Mathlaul Anwar Ahmad Nawawi, saat dihubungi melalui pesan singkat, menolak keras keputusan PW MA Banten. Ia meminta Organisasi MA seharusnya mampu bersikap netral dan tidak terseret dalam kepentingan politik praktis.

"Harusnya MA sebagai Organisasi bersikap netral, dengan menempatkan posisi mengayomi semua kepentingan politik. Baju (organisasi) MA terlalu kekecilan kalau harus terlibat langsung pada kepentingan politik praktis, mengingat banyak Keluarga Besar MA yg mengafiliasi kepentingan politiknya ke banyak partai" Selasa, (11/10)

Nawawi juga menjelaskan, Meskipun saat ini Keluarga Besar MA di seluruh Indonesia dan khususnya juga di Banten, tersebar hampir keseluruh Partai Politik. Namun, hal tersebut tidak lantas melegitimasi MA secara organisasi.

Oleh karenanya, jika pun akan mengambil dukungan dalam perhelatan Pilgub Banten, Nawawi meminta agar MA tidak terseret, dan dibuatkan organisasi taktis untuk mengakomodasi hal tersebut.

"Terkait Pilkada Banten, kalaupun ada dukungan keluarga besar MA Kepada calon gubernur RK - MULYA atau WH - ANDIKA, Sebaiknya tidak menyeret MA secara organisasi, tapi dikonkretan saja dengan memakai organ organ taktis seperti relawan atau Jaringan Pemenangan" tegas Nawawi

Sebelumnya, Mantan Agggota DPRD Pandeglang yang juga kader MA Ilma Fatwa, menyayangkan keputusan Ketua PW MA Banten Babay Sujarwandi. Menurut Ilma, MA terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, tanpa mengakomodasi keinginan di akar rumput.

"Jadi, jangan hanya karena nafsu dan syahwat politik Babay Sujarwandi, MA dijual kemana-mana. Pilgub kali ini jangan sampai dijadikan panggung pribadi Babay untuk kembali terjun ke dunia politik" tegas Ilma

Ilma juga berharap agar PW Mathlaul Anwar mengkaji ulang keputusan tersebut, dan tetap fokus pada marwah gerakan organisasi, yakni dakwah dan pendidikan, tidak diseret dalam konteastasi politik praktis.

"dulu pas PB MA dekat dengan Wiranto, MA tidak lantas bergabung ke Hanura. MA harus tetap fokus pada gerakan dakwah dan pendidikan, hendaknya MA mencontoh sikap politik muhammadiyah dan NU" tambah Ilma. (Red)