Bandung, Progresnews.com -- Perpustakanaan jalanan yang telah digagas sejak 2010, dibubarkan secara paksa oleh Kodam III Siliwangi. Segudang pertanyaan pun dilontarkan mempertanyakan persoalan adanya Perpustakaan Jalanan itu.

“Kegiatan penertiban yang dilaksanakan oleh Kodam III Siliwangi pada saat itu dilaksanakan dikarenakan petugas di lapangan melihat bahwa aktivitas yang mereka lakukan dapat menjurus kepada aktivitas negatif dan meresahkan,” kata Desi Arianto, Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi dalam keterangannya kepada media terkait pembubaran paksa dan pemukulan terhadap pegiat Perpustakaan Jalanan, Senin, (22/8) kemarin.

Menurut Desi Arianto, Perpustakaan Jalanan yang digagas untuk kegiatan literasi itu menjurus ke arah yang meresahkan dengan sejumlah alasan.

“Bukankan penerangan pada malam hari tidaklah sebaik pada siang hari, bukankah hal ini menjadi suatu yang aneh? Dan mengapa menambah ilmu membaca buku dilaksanakan malam hari di taman – taman yang penerangannya tidak baik, apakah tidak ada lagi tempat di bandung ini yang lebih baik?” kata Desi Arianto.

Selanjutnya kata Desi, telah ada komunitas yang sering melakukan kumpul-kumpul malam hari, yang justru mengarah pad akegiatan-kegiatan positif. Alasan itu pul lah yang menjadikan Perpustakaan Jalanan di Bandung gusur.

“Contoh sudah ada yaitu komunitas atau geng motor yang selama ini berkumpul untuk kegiatan positif malah melakukan kegiatan yang mengarah kepada kriminalitas,” tambahnya.

Tak cukup persoalan jam buka dan potensi kegiatan negatif, Kodam II Siliwangi juga mempertanyakan kredibilitas buku yang dipajang di perpusatakaan itu, “Tentu saja akan lebih baik bila komunitas ini berlapor dahulu kepada instansi pemerintah terkait seperti pemda, pemkot atau dinas pendidikan dan kebudayaan setempat,” terang Desi Arianto.

Perpustakaan Jalanan Bandung berdiri sejak tahun 2010. Gerakan literasi yang digagas mahasiswa dan anak muda Bandung ini bertujuan untuk memberikan kesempatan warga yang ada di Taman Cikapayang untuk membaca buku secara gratis. Pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB, Perpus Jalananan ini dibubarkan paksa oleh sekitar 30 Anggota TNI Kodam III Siliwangi. (Haedi/Net)