Serang, Progresnews.com -- Wakil ketua Komisi V DPRD Banten Yoyon Sujana menyayangkan adanya dana Silpa sebesar Rp. 1,19 triliyun pada APBD perubahan tahun 2015 . Tingginya dana silpa tersebut lantaran pemprov Banten tak inovatif dalam menyusun program kerja.
Menurut Yoyon, dana silpa yang besar itu selain tidak terserapnya anggaran, juga diakibatkan oleh kebiasaan copy paste pihak pemprov Banten dalam pembuatan kegiatan yang dilakukan oleh SKPD. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi yang telah beberapa kali dilakulan oleh DPRD.
"Bagaimana tidak memperngaruhi, mereka selalu coppy paste kegiatan yang sudah dilakukan, dilakukan lagi. Sehingga Kegiatan setiap tahunnya tidak continue, karena tidak memiliki terobosan baru," Kata Yoyon Sujana saat ditemui di ruangan Fraksi Partai Demokrat, Jumat (15/04)
Pemprov banten menurut Yoyon nyaris tidak memiliki kreativitas dan inovasi dalam menyerap anggaran yang sejatinya diperlukan bagi masyarakat. Dari tahun ke tahun, kegiatan yang dikerjakan selalu sama dan tidak ada kontinuitas.
"Tahun ini misalkan perlu perpustakaan, tahun berikutnya isi dari perpustakaan dan perlengkapannya lainnya. Tapi karena mereka selalu coppy paste akhirnya rancangan kerja itu-itu aja," lanjutnya.
Sebelumnya, pada Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Kamis (14/4) kemarin, gubernur Rano karno menyampaikan bawha Sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) pemerintah provinsi Banten pada tahun 2015 mencapai Rp 1.19triliun. Besarnya dana Silpa ini disebabkan karena serapan anggaran yang tak maksimal. (Iqbal/Haedi)

