Lebak, Progresnews.com -- Melakukan kunjungan politik ke Banten Selatan pada Sabtu (12/03) kemarin, gubernur Rano Karno disambut dengan aksi demonstrasi dari Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilangkahan dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam akasinya, massa menghadiahi Rano karno keranda mayat sebagai simbol matinya kepemimpinan di Banten.
Aksi demonstrasi yang dikawal ketat aparat kepolisian waktu itu, menuntut gubernur Banten untuk bekerja menyelesaikan pembangunan di Banten Selatan. Pasalnya, hingga kini daerah Banten Selatan masih sangat tertinggal, baik secara infrastruktur maupun pembangunan lainnya.
Salah satu indikator keseriusan Gubernur dalam pembangunan di banten Selatan menurut demonstran yaitu penegakan Pergub Banten No. 8 Tahun 2015 tentang Pembatasan Angkutan Barang di ruas jalan Malingping-Saketi.
Gubernur telah gala, lantaran Pergub tersebut dinilai tidak efektif, karena masih banyak kendaraan yang melebihi tonase. Sehingga, jalan lintas Saketi-Malingping yang baru dibangun melelui Perda Infrastruktur Nomor 2 Tahun 2012 belum bisa dirasakan sepenuhnya.
“Implementasi Pergub tentang pembatasan angkutan barang di ruas jalan Malingping-Saketi tidak efektif, bahkan nyaris tidak ada. Terbukti, sejak diterbitkannya Pergub tersebut sampai sekarang, mobil besar bertonase lebih masih bebas melintas,” kata seorang mahasiswa, Hendra.
Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut agar gubernur Banten segera memberikan kejelasan mengenai penetapan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Cilangkahan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lebak.
Menanggapi tuntutan tersebut, Gubernur Banten Rano Karno kembali meminta masyarakat untuk bersabar dalam proses realisasi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Cilangkahan. katanya, Pemprov Banten sudah bertemu dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (Bakor-PKC).
Mengenai pergub yang tidak berjalan dengan baik, ia pun membenarkannya. ia mengaku akan melakukan evaluasi.
"Mengenai Pergub, kami akan evaluasi. Saya akui pembangunan belum sempurna. Tapi kita sudah memulai, meski terlambat. Untuk itu, perlu kesabaran dan partisipasi semua pihak guna kemajuan pembangunan di Banten," ujar Rano Karno didampingi sejumlah pejabat Pemprov Banten. (Haedi/PN06)


