Nyalakan Api Nasionalisme Melalui Pawai Obor
2 hari ago Regional Leave a comment 27 Views
Berita Terkait
Kondisi Sungai Ciujung Semakin Mengkhawatirkan
6 jam ago
Tim Appraisal Waduk Sindangheula Belum Dibentuk
6 jam ago
Ditanya Jokowi Soal Bawa Baki, Cia Jawab Dengan Bijaksana
12 jam ago
Serang, Progresnews.com – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati hari kemerdekaan, bahkan sudah menjadi tradisi digelar dalam menyambut ulang tahun Negara Indonesia. Dari berbagai lomba tingkat Rt, hingga salah satunya adalah pawai obor.
Di Kota Serang, Banten, pawai obor merupakan tradisi yang dilakukan setiap malam 17 Agustus. Pawai ini diikuti okeh berbagai kalangan, dari murid sekolah hingga pejabat pemerintahan.
Pawai ini mendapat sambutan hangat. Tak hanya kaum muda yang menyertai anak-anak yang berjalan kaki keliling kota tapi juga pengendara yang melintas menahan laju kendaraannya demi memberi kesempatan agar arak-arakan tak terputus.
“Saya salut dengan kegiatan yang dilaksanakan anak-anak muda ini. Zaman sekarang acara seperti ini harus dilestatikan agar tidaj punah,” kata Gubernur Provinsi Banten Rano Karno, saat membuka pawai obor, Minggu (16/7) malam.
Dalam upacara pelepasan Danrem 064 Maulana Yusuf Kolonel Kav Ana Supriatna menjadi inspektur upacara yang menyalakan api obor pertama di depan Pendopo Lama Gubernur Banten di Jalan Brigjend KH Syam’un. Pawai obor yang diikuti ratusan peserta dari TNI, Polri, Pelajar dan Masyarakat tersebut dilepaskan langsung oleh Rano Karno sebelum pawai mulai berjalan untuk mengelilingi Jalan dengan rute Jalan Brigjend KH Syam’un, Jalan Veteran, Jalan Ahmad Yani dan kembali ke Pendopo Lama Gubernur.
Ia mengatakan, semangat pelajar untuk mengisi kemerdekaan tentunya harus memiliki pengetahuan untuk membangun bangsa ini menjadi maju dan sejahtera. Karena itu, kegiatan pawai obor ini guna membangkitkan semangat nilai-nilai perjuangan bangsa.
Di mana para pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan ini dengan penuh semangat tinggi untuk terbebas dari belunggu penjajahan.
“Kami meminta pelajar sebagai generasi bangsa dapat melanjutkan pembangunan dengan belajar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Pawai Obor dimeriahkan oleh rombongan Marching Band Gita Surosowan Banten (GSB) yang membuka pawai sambil melantunkan lagu yang meriah kemudian disusul dengan rombongan TNI, Polri serta iring-iringan pelajar.
Dalam menyemarakan pawai obor tersebut Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan protokol yang dilewati peserta pawai, di matikan lampunya, sehingga Kota Serang mendadak gelap gulita dan hanya mengandalkan penerangan obor yang di bawa ratusan peserta.
Gelaran pawai tersebut disambut meriah ribuan masyarakat yang sudah menunggu dipinggir sepanjang jalan protokol 1 jam sebelum pawai mulai berjalan. Andi warga Kebon Jahe yang membawa serta anak dan istrinya mengaku tertarik dengan diadakanya pawai yang digelar satu tahun sekali tersebut.
“Seneng aja mau liat pawai obornya, makanya saya bawa anak saya kesini” Ujar Andi
Pernyataan serupa diungkapkan Reni warga Cipare namun dirinya mengaku kecewa pada aparat yang sudah memblokir jalan sedangkan pawai obor masih jauh sehingga menyebabkan kemacetan disejumlah daerah. “Harusnya jangan ditutup dulu, tunggu sampai dekat jadi ga macet gini, tapi ya untungnya pawainya seru” Ujar Reni
Berdasarkan pantauan dilokasi tadi malam, ribuan masyarakat memenuhi sepanjang jalan protokol Kota Serang dengan membawa kamera untuk mengabadikan momen setahun sekali tersebut, terlihat sejumlah aparat kepolisian yang berusaha mengatur dan mengurai kemacetan disejumlah titik yang di lewati peserta pawai. (PN13/PN06)
Google +