Tangerang, progresnews.com – Wahidin Halim, menjadi salah satu tokoh yang namanya begitu moncer. Selain memiliki prestasi yang beragam ketika menjabat sebagai Walikota Tangerang, Wahidin pun mulai menjadi perbincangan setelah ia secara resmi mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Gubernur Banten untuk Pilgub 2017, berpasangan dengan Andika Hazrumy.

Kesuksesan Wahidin dalam dunia birokrasi dan politik, tentu tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang yang telah ia lalui. Kerja keras dalam menempuh pendidikan hingga kepekaan membaca sosial menjadi kunci nama Wahidin menjadi tokoh yang dikenal oleh masyarakat Banten secara khusus.

Berjalan Kaki Tempuh Pendidikan

Wahidin kecil memulai pendidikannya di SD Pinang, yang kala itu berdinding bambu dan berlantai tanah. Wajar jika semasa itu ia tidak mengenal sepatu, layaknya anak sekolah masa kini. Setamat SD, ia melanjutkan SMP di Ciledug. Baginya, berjalan kaki setiap hari ke Ciledug merupakan keharusan, lantaran ayahnya tidak cukup uang untuk membelikannya sepeda. Maklum, ayahnya hanya seorang guru yang kala itu penghasilannya hanya sebatas untuk makan.

Bakat dan aktivitas sosialnya sudah mulai terlihat kala itu. Menjadi juara pidato tingkat anak-anak di desanya adalah prestasi yang mengawali keberadaannya di masyarakat. Mencari rumput dan 'angon' kerbau peliharaan sang ayah, atau mandi di kali Angke menjadikannya terasah dalam menghadapi realitas kehidupan di sekitarnya, sekaligus mengajarinya banyak hal tentang arti kehidupan.

Dari sini pulalah ia mulai memahami detak jantung masyarakatnya. Tempaan sang ayah inilah yang kemudian memberanikan Wahidin muda untuk mengorganisir orang muda dikampungnya melalui Karang Taruna maupun Remaja Masjid.

Selepas SMP, ia melanjutkan pendidikannya ke SMA di Tangerang. Berbekal nasihat orang tuanya untuk belajar, belajar, dan belajar; dengan sabar ia bersepeda ke sekolahnya di Tangerang, meski harus melewati jalan tanah yang becek. Nasihat itulah yang terus menyemangatinya belajar, hingga berhasil memasuki perguruan tinggi.

Universitas Indonesia, Mesjid Dan Pencak Silat

Wahidin muda kemudian tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia, Jakarta-sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang terkenal sangat ketat dalam penyeleksian calon mahasiswanya hingga akhirnya berhasil tamat.

Saat kuliah ia juga aktif mengkoordinir remaja masjid kampusnya. Menjadi pimpinan asrama mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di kampusnya, sebagai ketua AMPI dan pengurus KNPI, adalah pengalaman organisasi yang terus menempa watak kepemimpinannya. Kal aitu, iapun tengah mengemban amanah menjadi kepala desa termuda.

Menekuni agama malalui pengajian rutin tiap Rabu dan Jumat di rumahnya, serta aktif mangikuti pengajian didaerahnya merupakan langkah yang ia sadari akan selalu menuntunnya ke kebenaran yang hakiki. Oleh karena itulah, sejak lama, ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid Al-Jihad, Pinang, Tangerang dan Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid Al-Azhom, Tangerang. Bahkan ia pun kerap diminta menjadi khotib di beberapa masjid.

Aktivitasnya berlanjut di dunia persilatan, ia melanjutkan warisan engkongnya, yang ia tekuni sejak kecil. hal itu ternyata mengantarnya untuk menjadi Ketua IPSI Kabupaten Tangerang. Bahkan sejak tahun 70-an, ia juga telah mendirikan padepokan silat di samping rumahnya dan merekrut pemuda untuk menjadi manusia tangguh dan berbudi.

Kepedulian dirinya terhadap persoalan sosial terutama dunia pendidikan-ia wujudkan dengan membentuk sebuah lembaga, yakni Yayasan Kemanusiaan Nurani Kami pada tahun 1977. Yayasan ini sampai sekarang mampu memberikan beasiswa kepada 150 orang, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Mengabdi Di Pemerintahan

Tahun 1978, ditengah perjalanan masa mudanya, ia didaulat oleh warga desanya untuk ikut pencalonan Kepala Desa. Tidak disangka, ia kemudian terpilih sebagai Kepala Desa. Maka, jadilah Wahidin muda seorang Kepala Desa termuda dan berpendidikan sarjana yang pertama di Tangerang;

Dari sinilah ia mulai mengenal makna mengabdi yang sesungguhnya. Tiga tahun kemudian, gadis jawa teman kuliahnya ia nikahi; dan hingga kini ia telah dikaruniai 3 orang anak.

UU No.5 tahun 1979 mengantarnya menjadi Pegawai Negeri. Dan saat itulah ia memulai kariernya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Obsesi untuk mengabdi kepada masyarakat merupakan pilihannya, hingga ia tertuntut untuk berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakatnya.

Menjadi Sek-Kotif, kemudian Kabag di Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa, Camat Ciputat, Kepala Dinas, Asisten Pemda Tangerang, Sekda Kota Tangerang, hingga akhirnya menjadi Walikota Tangerang dua periode yakni periode 2003-2008, dan periode 2009-2013.

Menjadi Walikota inilah, sosok Wahidin berubah menjadi nama yang begitu dikagumi oleh masyarakat. Beragam kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat, membuatnya mendapatkan penghargaan yang beragam.

Berikut sederet prestasi yang pernah diraih Wahidin Halim :

Piala Chitra Bhakti Abdi Negara dari presiden SBY untuk pelayanan publik terbaik Tingkat Nasional tahun 2006

Lencana Dharma Bhakti bidang Kepramukaan Tingkat Nasional dari Presiden SBY tahun 2006

Men’s Obession Award dari majalah bisnis untuk bidang pemerintahan dan pelayanan publik Tingkat Nasional tahun 2006

Pelayanan Publik terbaik kantor KPMP Tingkat Nasional tahun 2003-2004

Upakarti Madya I Tingkat Nasional dari Wapres tahun 2011

Penghargaan Kinerja Otonomi Daerah Terbaik Tingkat Nasional 2012

Inovative Goverment Award Tingkat Nasional 2012

Chitra Pelayanan Prima Kesehatan Tingkat Nasional (Puskesmas Sukasari)

Pelayanan Kesehatan Tingkat Provinsi Provinsi

Ksatria Bhakti Husada Kartika Tingkat Nasional 2010

Kota Sehat Swasti Saba Padapa Tingkat Nasional 2011

Kepala daerah Dengan pengelolaan Keuangan Dan Program Terbaik

Kepala Daerah yang menerima Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik Se-Indonesia dengan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 8 kali berturut-turut yakni 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2014.

Pengelolaan Perumahan terbaik Tingkat Nasional tahun 2007-2008

Pengelolaan Website Pemda terbaik Tingkat Nasional tahun 2008 versi majalah Warta Ekonomi

Layanan Pengadaan Secara Eloktronik (LPSE) terbaik se-indonesia dalam kategori jumlah paket dan pagu anggaran terbesar periode Januari s.d April 2011

Penghargaan Information and Communication Technology (ICT) Tingkat Nasional tahun 2011 dari menteri Kominfo RI, sebagai Pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam membangun system Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Penghargaan E-Procurement Award Tingkat Nasional tahun 2012 Kategori User Suport performent.

Lencana Bhakti bidang Pendidikan Tingkat Nasional dari presiden SBY tahun 2007 atas usaha Pemkot dalam meningkatkan pendidikan di Kota Tangerang dengan anggaran APBD mencapai 48 % diatas rata-rata nasional yang hanya 20%.

Kelulusan Terbaik se-Banten Empat tahun berturut-turut dengan index kelulusan mencapai 99 %

Rangking ke-3 Kelulusan UN SMA/SMK/MA tingkat Nasional Tahun 2010

Piagam Langit Biru Kota, adipura tahun 2008 atas upaya Pemkot meningkatkan kualitas udara Tingkat Nasional 2008-2009

Best Effort Untuk Program Adipura 2008-2009

Piala Adipura untuk kategori kota metropolitan Tingkat Nasional tahun 2010

Penghargaan Kota Terbersih urutan ke 3 untuk kategori kota metropolitan Tingkat Nasional tahun 2011

Penghargaan Sarana Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dari Kementrian Lingkungan Hidup, atas eksistensi dan konsisteni dalam pengelolaan lingkungan hidup di kota metropolitan Tingkat Nasional tahun 2011

Penghargaan Adhiwiyata diraih SMPN 13, untuk Sekolah berbudaya lingkungan terbaik se-Indonesia tahun 2011

Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan terbersih Se-Indonesia tahun 2012

Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan terbersih Se-Indonesia tahun 2013

Penghargaan Amal Bhakti dari Kementerian Agama RI Atas Kepedulian Pemkot Tangerang Terhadap Perkembangan Pendidikan Agama di Daerahnya, tahun 2009

Penghargaan Bidang Ekonomi Kreatif Penghargaan Baksyacaraka Tingkat Nasional tahun 2012.

Meski jauh dari pemberitaan media, namun Wahidin tetap bekerja dan menjadikan jabatannya sebagai ladang Ibadah dan untuk memberikan senyuman bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang kala itu.

Kini, ia dipercaya untuk kembali mewujudkan harapan masyarakat untuk membangun Banten. Bersama Andika Hazrumy, ia mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Banten, pada Pilgub 2017 mendatang. (Red)