Masih Muda Sudah Merokok?, Waspada Osteoporosis

Tangerang, Progresnews.com -- Meski sudah begitu banyak penelitian yang merilis bahwa rokok sangat berbahaya untuk kesehatan, namun masih banyak saja yang mengkonsumsi rokok dengan asalan yang beragam. Salah satunya karena alasan gaya hidup .

Banyak anak muda di Indonesia menjadikan rokok sebagai sebuah gaya hidup. Bahkan muncul beragam istilah yang familiar seperti 'merokok itu keren', atau 'merokok bisa meningkatkan percaya diri'. Bahkan yang lebih sadis lagi, tidak sedikit yang mengatakan 'Gak ngerokok itu cupu'.

Padahal suadh jelas banyak seklai penelitian yang mengatakan bahwa merokok sangat mengganggu kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian, apalagi jika dikonsumsi oleh kalangan anak muda, dalam waktu yang sangat lama.

Seperti sebuah penelitian baru yang menemukan bahwa merokok dapat menurunkan kepadatan tulang. Kondisi tulang akan semakin rapuh jika terus mengkonsumsi rokok. Bayangkan jika anda sudah mengkonsumsi rokok sejak dari muda, bukan tidak mungkin tulang anda sudah sangat kropos.

"Merokok memiliki efek negatif pada tulang dimana dapat menyebabkan massa tulang hilang dan pada akhirnya osteoporosis dini jika Anda merokok pada saat muda," ujar Raju Vaishya selaku ahli bedah ortopedi senior di Rumah Sakit Indraprastha Apollo, India.

Merokok yang dilakukan sejak usia muda akan sangat menggangu kesehatan tulang. Usia muda adalah saat dimana tulang masih berkembang. Kebiasaan tersebut juga mengintervensi asupan kalsium dan vitamin D dalam tubuh.

Selain itu, jika mengalami cedera tulang, perokok akan mengalami masa pemulihan yang lebih lama dan memiliki risiko komplikasi lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok.

"Merokok selama masa pembentukan tulang dapat meningkatkan risiko osteoporosis pada tahap yang lebih besar. Sementara mulai merokok pada usia di atas 30 tahun akan membuat kehilangan massa tulang dua kali lipat lebih cepat," terang Vaishya.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of the American Thoracic Society tersebut, merokok adalah faktor risiko independen pada penurunan kepadatan tulang yang terjadi pada pria maupun wanita. (Red)