Jakarta, Progresnews.com -- Fredy Jayadi, 45 tahun, tewas setelah tersedak makanan pada Jumat, (11/03). Jayadi tewas saat mengikuti lomba akan ayam goreng KFC lselama 5 menit dengan hadiah Rp 5 Miliyar.
"Saat itu korban sedang mengikuti lomba makan 5 menit berhadiah Rp 5 miliar yang diselenggarakan KFC," tutur Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cengkareng, Ajun Komisaris Taufik Iksan kepada wartawan. Kejadian tewasnya Fredy berawal dari saat korban sedang mengikuti lomba memakan tiga porsi ayam goreng dalam waktu lima menit. Lokasi kejadian di KFC Taman Semanan RT 15 RW 11, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurut Panitia yang dikutip Taufik, Fredy beradu cepat dengan dua pesaingnya tepat dipukul 14.00 WIB. Setiap peserta diberikan 3 potong sayap ayam dan harus dihabiskan dengan waktu secapt mungkin.
Saat memakan ayam yang terakhir, tiba-tiba Fredy tersedak. Korban kemudian meminum air dan diberi pertolongan oleh panitia. Bahkan panitia membawa korban ke Klinik Yasa Husada. "Tapi saat dicek oleh dokter jaga, dokter menyatakan korban sudah tidak tertolong," katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mendesak Kentucky Fried Chicken (KFC) yang menyelenggarakan lomba makan ayam dan menyebabkan meninggalnya Fredy Jayadi bertanggung jawab.
"KFC harus bertanggung jawab baik secara pidana dan atau perdata," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (12/03)
Tulus menuturkan apa yang dilakukan oleh KFC diduga melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat menggunakan barang atau jasa.
"Lomba makan jelas tindakan yang sangat membahayakan dari sisi kesehatan sehingga bisa mengancam keselamatan jiwa konsumen saat makan," katanya.
Tulus juga mengatakan lomba makan yang diselenggarakann KFC juga merupakan tindakan yang tidak etis secara sosial, dan tidak sesuai etika ketimuran bahkan tindakan yang tidak agamis
"Jelas tidak etis di saat masih sangat banyak orang atau masyarakat yang kekurangan gizi dan kelaparan," ucapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami peristiwa yang menyebabkan satu orang eninggal dunia tersebut. (Haedi/PN06)

