Pandeglang , progresnews.com -- Andika Hazrumy nampak bersemangat saat memukulkan alu ke lisung bersama ibu-ibu Desa Mekarwangi, Saketi, Kabupaten Pandeglang. Calon Wakil Gubernur nomor urut 1 itu, tampak tersenyum sumringah sembari menari-menari kecil, mengimbangi pukulan ibu-ibu lawan mainnya.
Sejurus kemudian, tembang berjudul "Lemah Cai" lamat-lamat didendangkan. Penuh harapan dan cita-cita. Politisi muda partai Golkar yang akan manggung di Pilgub Banten 2016 tambah semangat memperagakan salah satu kesenian khas tradisional Banten tersebut, dan membuat Andika berkeringat.
Baca Juga : Di Pematang Sawah, Andika Hazrumy Serap Aspirasi Petani
Disela tatap muka dengan masyarakat, Andika Hazrumy mengatakan, bahwa seni Bendrong Lesung sangat kultural dengan Banten sebagai daerah yang agraris. Kesenian ini juga menurutnya sudah sangat tua seiring munculnya budaya ladang.
"Sementara Lisung sendiri merupakan alat menumbuk padi sebelum mengenal tekhnologi. Kreatifnya di Indonesia kemudian aktivitas ladang ini menjadi produk kesenian. Seni dari kearifan lokal semacam ini mesti dilestarikan," ujar Andika Hazrumy, Selasa (22/11) kemarin.
Baca Juga : Andika Hazrumy Akan Sulap Wisata Religi Sebagai Sarana Edukatif
Andika berpendapat, keberadaan sanggar atau grup Bendrong Lesung di Banten jumlahnya cukup banyak. Ke depan harus ada pembinaan agar kesenian ini bisa dilestarikan dan siap menyambut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata Tanjung Lesung.
"Kawasan ekonomi khususu bidang pariwisata segera bergeliat. Produk seni Bandrong Lesung ke depan harus bisa pentas di sejumlah hotel di kawasan itu termasuk Carita, Pandeglang. Ke depan kita akan kaji untuk kebijakan agar hotel di seluruh Banten menampilkan produk seni dengan kearifan lokal seperti Bendrong Lesung," tegasnya.
Lebih jauh Andika berharap, dengan ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai KEK Pariwisata, wilayah Pandeglang khususnga bisa lebih maju. Apalagi, Tanjung Lesung merupakan salah satu destinasi wisata yang masuk dalam sepuluh destinasi wisata prioritas nasional.
"Jangan berkecil hati bu, karena objek wisata di Pandeglang saja mencapai 256 objek wisata, salah satunya yang menjadi magnet objek wisata yakni Tanjung Lesung ini. Jadi berangkat dari Tanjung Lesung, kita berharap mampu membuka peluang besar bagi objek dan produk wisata seperti kesenian Tanjung Lesung. Oleh karena itu sementara harus ada pembinaan ke generasi muda. Jaga ya bu, nanti kita datangkan tenaga pengajar untuk pembinaan lanjutan," paparnya.
Sementara Marhamah (52 tahun), yang sempat menembang Kidung Pandeglang mengatakan, kesenian Bendrong Lesung di kampungnya rata-rata dimainkan oleh ibu-ibu. "Di Mekarwangi ini banyak grup lesung. Tapi rata-rata dimainkan ibu-ibu. Regenerasinya sudah tidak ada,"kata Amah.
Baca Juga : Silaturahmi Ke Tokoh Agama, Andika Hazrumy Gagas Al-Quran Center
Amah berharap pemerintah melakukan pelestarian terhadap seni Bendrong Lesung. "Kami sendiri main otodidak aja. Ga ada yang ngajarin. Kami biasanya main saat musim panen, atau perayaan kemerdekaan," tuturnya.
Ia juga berharap selain ada pengajar seni Bendrong Lesung, juga ada perlombaan rutin untuk memicu semangat generasi muda. "Coba dong adakan perlombaan lisung. Supaya kita semangat dan generasi muda juga mau belajar," harapnya. (Red)


