Pandeglang, Progresnews.com -- Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk siswa SMA dan sederjata yang dilaksanakan mulai Senin (04/04), di SMKN 1 pandeglang diwarnai dengan insiden mati listrik. Alhasil, para pesertapun mengalami kepanikan.

“Tadi sempat mati lampu selama 3 menit namun setelah itu hidup lagi. Saya sempat panik soalnya mati lampu saat ujian berlangsung, saya kepikirannya kalo mati lampu kami harus kembali mengulang soal dari awal untuk mengisi soal UN, untungnya hal itu tidak terjadi,” ujar Anis, salah satu peserta usai melaksanakan UN pertamanya.

Kepala SMKN 1 Pandeglang Sudi mengatakan, Sementara itu, pihak sekolah mengaku sudah menyurati pihak PLN Pandeglang jauh-jauh hari untuk tidak dilakukan pemadaman listrik selama ujian nasional berlangsung. Tak hanya itu, pihak sekolahpun menyewa genset selama pelaksanaan UN.

“Jauh hari kami sudah menyurati pihak PLN Pandeglang agar tidak ada pemadaman listrik selama UN berlangsung dan kami pun sudah mempersiapkan sewa genset untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diharapkan terkait padam listrik,” ujarnya sembari mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan soal insiden pemadaman listrik dari PLN, dihari pertama UNBK itu.

Peserta UNBK di SMKN 1 Pandeglang sendiri berjumlah 609 peserta yang dibagi dalam tiga tahap karna ketersediaan komputer yang digunakan untuk UNBK ini hanya 300 unit. (Haedi/Red)