Limbah Bikin Resah, Warga Siap Tutup Krakatau Posco
6 hari ago Ekonomi Leave a comment 966 Views
Berita Terkait
Mendorong Terbentuknya Daerah Istimewa Banten Sebagai Pusat Peradaban Dunia
3 hari ago
Pilkada Cilegon, Iman Sapu Bersih Dukungan Parpol
5 hari ago
Suyitno Gantikan Iman Ariyadi Pimpin Kota Cilegon
12 hari ago
Cilegon, Progresnews.com – Masyarakat Kampung Kebanjiran, Desa Kubangsari, Ciwandan, kembali diresahkan dengan aktivitas perusahaan produsen baja patungan PT Krakatau Steel (KS) dan Pohan Iron and Steel Company (Posco), PT. Krakatau Posco. Akibat aktivitas perusahaan tersebut, terlihat dengan kasat mata limbah debu besi bertebaran di halaman rumah warga.
Ahmad Khaeroni (35 tahun) yang rumahnya terkena dampak semburan debu besi mengungkapkan, “butiran-butiran debu tersebut sangat mengganggu dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat” Keluhnya
Butiran debu besi yang berasal dari aktivitas PT.Krakatau Posco, menurut pengakuan Khaeroni bukan kali ini saja terjadi, namun sudah berulang.
“Seperti dua plastik inilah contoh butiran debu yang berupa gram atau silika, saya ambil dari atas genteng rumah orang tua saya, Warga sekitar sudah resah. Untuk itu, kami atas nama warga siap untuk melakukan aksi penutupan terhadap perusahaan tersebut,” tandasnya. sambil menunjukkan butiran debu besi di atas genteng rumahnya. Kamis (23/07).
Pencemaran udara dari aktivitas Krakatau Posco yang masuk kategori limbah B3 ini, juga menjadi perhatian Asosiasi Pengelolaan Limbah Indonesia (APLI) Banten. Ketua Asosiasi Pengelolaan Limbah Indonesia (APLI) Banten, H Achyadi Sanusi, sangat menyesalkan atas terjadinya pecemaran udara yang disebabkan oleh Krakatau Posko.
“PT. Krakatau Posko merupakan perusahaan yang tujuan didirikannya di Kota Cilegon sedianya untuk kemajuan pendapatan nilai ekonomi masyarakat kota Cilegon yang sudah barang tentu berbasis lingkungan, sesuai amanah Undang-Undang Lingkungan Hidup Bukan menciptakan keresahan yang merusak lingkungan dan kesehatan seperti yang sekarang dirasakan warga disekitar pabrik berdiri” Ujar Achyadi kepada Progresnews.com
Atas kejadian itu, Pihaknya akan mendesak Krakatau Posco untuk melakukan evaluasi terkait penanganan pencemaran udara. Dan jika PT. Krakatau Posco tidak memperdulikan, maka APLI siap bergerak bersama ribuan warga melakukan aksi blokade jalur distribusi serta penutupan aktifitas pabrik sementara.
“Selain itu, atas kerugian yang diderita oleh warga kami juga mendesak Pemkot Cilegon agar tidak menutup mata atas situasi kondisi yang terjadi dan perlu tindakan nyata atas tingkah PT krakatau Posco” Tegas Achyadi
Sampai saat ini, Achyadi menilai telah terjadi pembiaran oleh Pemkot Cilegon atas perusakan dan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. Krakatau Posco. (PN03/PN06)
Google +
