Lebak, Progresnews.com -- Disela kunjungan kampanye tatap muka Rabu and 4 Desember 2016, Cawagub Banten nomor urut 1, Andika Hazrumy menyempatkan diri menengok warga yang tertimpa musibah longsor di Desa Sukamekarsari, Kalang Anyar, Lebak, Rabu (14/12).
Selain berbincang mengenai kronologi musibah longsor tersebut bersama dengan korban dan Ketua RT setempat, kontestan Pilgub Banten 2017 ini juga menyempatkan diri melihat langsung ke lokasi longsor yang tepat berada di pinggir sungai Cisimeut, Lebak.
"Saya secara pribadi ikut prihatin atas musibah longsor ini. Dan alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Yang terpenting warga yang tinggal selamat atau tidak ada korban jiwa," ujar Politisi Partai Golkar ini, kemarin.
Baca Juga : Kunjungi Korban Longsor, Andika Imbau Warga Untuk Waspada
Andika mengingatkan, di musim penghujan ini masyarakat di sepanjang aliran sungai untuk tetap mewaspadai potensi bencana. Termasuk masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan. Politisi Golkar ini juga menegaskan, bahwa kebencanaan baik banjir maupun longsor juga jadi fokus kerja WH-Andika.
"Program untuk pra dan pasca penanganan bencana ada pada visi dan misi kami. Intinya kami akan menginventarisasi titik-titik daerah yang rawan longsor. Baik yang berada di aliran sungai maupun perbukitan. Inventarisasi itu juga untuk titik rawan banjir," katanya.
Baca Juga : Wahidin Halim Kirim Tim Dokter Bantu Korban Banjir Di Anyer
Andika menjelaskan, penanganan daerah rawan longsor yang berada di aliran sungai yakni dengan memasang atau membangun tembok penahan tanah (TPT). Baik berupa memasang bronjong dititik rawan, membangun turapisasi dan sodetan.
"Dari daerah rawan tersebut, yang terpenting adalah penanganan pra maupun pasca bencana. Agar tidak ada korban jiwa," katanya kepada awak media
Sementara Ketua RT setempat Romli mengatakan, sedikitnya 10 rumah warga yang tertimpa musibah longsor di wilayahnya. Dari 10 rumah warga tersebut kata dia, dua diantaranya rusak parah. Tiga rumah mengalami rusak sedang dan lima rumah lainnya mengalami rusak ringan.
"Dua rumah yang rusak parah, itu kondisi rumahnya sudah bener-benar hilang karena selain rumahnya tertimbun tanah longsoran juga terbawa arus sungai. Jika hujan masih terus tinggi, rumah yang terancam longsor cukup banyak," kata Romli saat diwawancarai wartawan di lokasi, kemarin.
Romli menyebutkan, rumah yang rusak parah itu milik Daud (45) dan Oman (52). Sejauh ini kata dia, bantuan berupa logistik untuk warga korban sudah disalurkan oleh pemerintah setempat, "Kejadiannya dua hari lalu. Tepat jam segini (pukul 12.45 WiB. Saat ini baru bantuan logistik doang, berupa mie instan, beras, selimut dan logistik yang lain,"terangnya.
Senada dikatakan, Oman (52) warga korban longsor mengatakan, musibah longsor menimpanya sekitar pukul 12.45 WIB. Selain aliran sungai deras, musim hujan dalam beberapa hari ini membuat tanah di sekitar rumahnya gembur dan longsor.
"Tapi untuk bantuan kerugian rumah yang tertimbun longsor belum ada. Intinya rumah dan tanah mereka sudah hilang. Padahal dulunya jarak rumah dengan sungai cukup jauh, tapi karena tiap tahun longsor, rumah warga berada tepat di pinggir sungai," tutur Oman. (Red)

