Klarifikasi PT Krakatau Steel Terkait Rekrutmen Pegawai Dari Semarang

Cilegon, Progresnews.com -- PT. Krakatau Steel (PT KS) akhirnya memutuskan untuk menunda rekrutmen calon pegawai dari luar kota lantaran mendapatkan penolakan besar-besaran dari masyarakat Cilegon. Kendarti demikian, pihaknya mengaku bahwa rekrutmen tersebut dilakukan lantaran belum adanya tenaga mumpuni yang dibutuhkan dari tenaga lokal.

Meski dilakukan pendundaan, namun Manajer Corporate Communication PT KS, Wisnu Kuncara mengaku pihaknnya akan membuka rekrutmen pegawai tahun 2016, untuk lulusan SLTA/sederajat, seluas-luasnya, khusunya bagi masyarakat Kota Cilegon dan Banten.

“PT KS akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Cilegon dan Banten lulusan SLTA atau sederajat jurusan A1 (IPA) dan SMK jurusan teknik untuk mengikuti proses rekrutmen calon karyawan periode 2016 ini,” tulis Manajer Corporate Communication PT KS, Wisnu Kuncara, dalam rilisnya kepada BCO, Jumat 6 Mei 2016.

PT KS juga mengaku siap berkomitmen untuk memberdayakan tenaga lokal, dalam melakukan perekrutan pegawai tahun 2016 ini.

“PT KS berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sumber daya manusia dari Cilegon dan Banten untuk menjadi karyawannya. Keberpihakan terhadap SDM Cilegon dan Banten tetap menjadi prioritas,” tulis Wisnu.

PT KS menurut Wisnu akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi lebih intensif dengan pihak-pihak terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja, baik dalam pelaksanaan rekrutmen maupun penyampaian informasi sehingga akan tersampaikan secara jelas dan utuh kepada seluruh pihak yang berkepentingan

Sebelumnya, penolakan besar-besaran dilakukan oleh masyarakat Cilegon lantaran PT. KS melakukan perkrutan calon pegawai tingkat pendidikan SLTA/sederajat, dari laur kota. Penolakan itu pun datang dari sejumlah aktivis bahkan Walikota Cilegon.

Polemik perekrutan calon pegawai pabrik baja tersebut mulai mereda, setelah Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon mengirimkan surat kepada PT KS untuk menghentikan proses perekrutan calon pegawai tersebut. (Haedi/Red)

TAG ekonomi