Serang, Progresnews.com -- Dalam rangka memantau ketersediaan stok Darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Povinsi Banten melakukan lakukan rapat rutin Unit Tranfusi Darah (UTD) se-Provinsi Banten di Gedung PMI Provinsi Banten, Kota Serang, Jum'at (7/4). Dalam rapat tersebut diikuti oleh tujuh unit UTD .
Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, mengatakan, rapat yang dilakukan secara rutin oleh PMI Provinsi Banten tersebut, selain untuk memantau stok Darah di UTD yang telah berjalan, juga untuk mengawal mengawal UTD Kota Serang yang sampai saat ini masih belum berjalan.
Intinya kata Tatu, rapat bertujuan untuk membahas pelayanan terhadap kebutuhan stok darah. Karenanya dibutuhkan integrasi semua pihak, khususnya tujuh Unit Transfusi Darah untuk saling membantu dalam penyediaan stok darah demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Contohnya jika Unit Transfusi Darah Kabupaten Lebak stok darahnya kurang Unit Transfusi Darah daerah lain bisa membantunya, jika kita lakukan duduk bareng di sini setiap Unit Transfusi Darah akan terlihat kompak tidak sendiri-sendiri yang kita inginkan adalah kekompakan di UTD-UTD lainnya" kata Tatu
Dalam rapat tersebut, Tatu juga meminta UTD menginventarisir kendala-kedala yang dihadapi, rata-rata permasalahnnya adalah ketersediaan gedung.
"saya juga tadi meminta menginfestarisir dari UTD-UTD Kabupaten Kota apa sih kendalanya, mereka memang yang disulitkan adalah gedung jadi ini yang harus kita pikirkan, nanti juga kita melakukan audensi ke Provinsi dan Kabupaten Kota untuk meminta bantuan karena memang kita lihat bunyi undang-undangnya pemerintah berperan peting juga dalam ini, cuma PMI ini kan terbantukan oleh UTD jadi permasalahan ini juga tanggung jawab PMI dan Pemerintah,"ujarnya.
Soal stok darah, Tatu menyebutkan, Kendati PMI Banten sangat terbantu dengan adanya UTD, namun pemerintah ada baiknnya untuk juga memberikan backup-an melaui APBD dari Provinsi maupun dari Kabupaten Kota. Hal tersebut penting dilakukan untuk membantu masyarakat. Salah satunya backup biaya charge bagi masyarakat yang meminta atau membeli stok darah.
Tatu tidak ingin, masyarakat yang ingin meminta atau mebeli darah harus kena biaya Charge, untuk itu dibutuhkan campur tangan pemerintah baik tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota.
"pemerintah harus memiliki peran yang saya anggap sangat penting, bertujuannyakan untuk mensejahterakan masyarakat dalam bidang kesehatan, jika kita kenakan cas memurut saya sangat cukup disayangkan,"katanya.
Menurut Tatu, stok darah saat ini di Provinsi Banten masih terbilang sangat aman dan tidak ada kendala. Tatu juga meminta kedepannya, setiap desa harus memiliki stok darah untuk memenuhi kebutuhan masarakat itu sendiri.
"Untuk saat ini alhamdullilah tidak ada ke dalam golongan darah yang dianggap sulit stok, di kita aman dan golongan darah ada semua, memang sangat jarang juga masyarakat meminta golongan darah AB atau seperti apa lah. Intinya kedepan masih bisa kita cover , karena mereka juga bisa menjalin komunikasi dengan baik oleh UTD yang sudah kita arahkan" kata Tatu

