Tangerang Selatan, progresnews.com – Pelajar SMA Dharma Karya berhasil menciptkana helm anti ngantuk. Karya tersebut dipamerkan Lomba Inovasi Tepat Guna Tangsel 2016, yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Tangsel selama 29-31 Maret 2016 di Mall Teras Kota BSD, Serpong.

Adalah Nadia Calisa, Nirek Al-Hamid dan Anggi Pradipta, siswi kelas 10 SMA Dharma Bhakti memamerkan karya yang ditelitinya selam kurun waktu 3 bulan itu. Helm inovasi yang diberi nama Helpin itu bisa memperingatkan pengguna jika dalam keadaan mengantuk.

"Biasanya pemicu kelelahan mendadak karena pengendara terlalu banyak menghirup karbondioksida di jalanan, jadi kita sediakan kipas kecil untuk mengatur sirkulasi udara di dalam helm agar pengendara tidak kekurangan oksigen," kata Nadia, disela-sela pameran.

Tak hanya itu, untuk menunjang karya-nya itu, dalam Helpin juga dipasang ‘sensor angguk’ yang berguna untuk memperingatkan pengguna jika mengantuk. Sensor angguk ini akan berfungsi jika pengguna dalam keadaan mengantuk ketika mengendarai sepeda motor.

"Jika pengendara mengangguk, sensor akan berbunyi. Ini peringatan kepada pengendara agar dia berhenti dan beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan," paparnya.

Helpin dioperasikan dengan batrei charger yang bisa digunakan selama 1 minggu. Untuk men-charge baterai tersebut hanya selama 12 jam.

Sementara itu, teknologi inkubator bayi prtabel juga ikut di pamerkan dalam kegaitan itu. Karya tersebut merupakan hasil dari penelitian selama 7 bulan dari Kevin Chandra, Andria Farhan dan Tesalonica A Jaqueline.

"Ide dari alat ini awalnya karena kita merasa prihatin dengan banyaknya kasus bayi meninggal di daerah pedalaman karena jauh dari rumah sakit dan tidak ada alat kesehatan yang memadai. Nah alat ini bisa menjadi pertolongan awal, selagi bayinya dibawa ke rumah sakit," kata Kevin. (Haedi/Red)