Jelang Mudik, Jalan Nasional Malingping-Bayah Hingga Perbatasan Jabar Rusak Parah

Lebak, Progresnews.com -- Menjelang arus mudik Lebaran 2017 yang tinggal menghitung hari, beberapa ruas jalan di Provinsi Banten masih kurang layak untuk dilalui, salah satunya yang membentang dari Simpang Malingping- hingga Kecamatan Cibareno.

Jalan nasional yang merupakan perbatasan Jawa Barat (Jabar) sepanjang 73 kilometer (km) ini mengalami kerusakan yang cukup parah di beberapa titik. Selain banyak jalan yang amblas, beberapa badan jalan juga berlubang dan berdebu, karena lapisan aspal mengelupas.

Seperti diberitakan Indopos, di beberapa titik, ukuran lubang bahkan sudah mencapai diameter mulai dari 50 centimeter (cm) hingga 1 meter. Selain berlubang, kawasan tersebut sangat minim penerangan jalan umum, sehingga sangat berbahaya untuk pemudik.

Kerusakan jalan yang cukup parah nampak terlihat di Desa Cilangkahan sepanjang 4 km, ruas jalan nasional ituhanya tampak dilapisi agregat tanpa aspal. Bahkan banyak lobang jalan yang cukup besar.

Warga sengaja menanami pohon pisang dan meletakkan batu besar di sekitar lobang jalan agar pengendara memperlambat laju kendaraan, untuk mengurangi tebu tebal saat kendaraan melintas.

”Maunya warga, minimal jalan ini ada penyiraman dengan air secara rutin oleh penanggungjawab jalan, karena debu jalan cukup tebal saat ada kendaraan yang melintas,” ujar Dini Hidayat, Minggu (11/6) kemarin.

BACA JUGA :

Didemo Warga, Perusahaan Semen Merah Putih Ngotot Pakai Jalan Nasional

Akibat debu jalan, tak sedikit warga yang sudah terdampak ISPA, namun sayangnya, pemerintah justru terkesan menutup mata dan tak kunjung melakukan perbaikan, ”Sudah banyak warga disini yang menderita ISPA (infeksi saluran pernapasan atas, Red) akibat menghirup debu jalan,” ungkapnya.

Jalan nasional yang melintas dari Malingping-hingga batas Jabar tersebut sebenarnya sudah diperbaki, namun entah kenapa cepat rusak kembali.

”Derita warga disini seakan tidak akhir, karena baru beberapa bulan diperbaiki jalan ini kembali hancur. Padahal, jalan ini jalur utama pemudik dari Jawa Barat ke Banten” tutur Yayat Billy, warga lainnya.

Selain di Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, kerusakan jalan juga terlihat di sekitar Jembatan Cisiih, dan adanya jalan yang amblas di Kecamatan Cihara. Kondisi ini, tentu sangat berbahaya bagi pemudik nantinya, ditambah tidak adanya penerangan.

Setelah dari jalur Simpang Bayah, mulai dari Desa Darmasari hingga Desa Pamubuluan, di sepanjang ruas tersebut hanya dilapisi tanah dan agregat, karena semua aspal jalan sudah terkelupas akibat dilalui oleh kendaraan berat pengangkut material pabrik semen merah putih.

Meski terlihat ada perbaikan jalan yang kini sedang dilakukan dengan menggunakan konstruksi beton, namun hanya dari Kampung Jogjokan hingga pelabuhan khusus milik PT Cemindo Gemilang sekitar 2 km.

”Kalau untuk kerusakan jalan dari Desa Darmasari hingga Desa Pamubulan, belum tahu kapan akan diperbaiki,” ujar seorang pekerja proyek.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Penanganan Jalan Nasional (PJN) Banten 2, Permana Adi Santosa yang dikonfirmasi menyatakan kerusakan jalan nasional di Desa Cilangkahan, Desa Darmasari dan Desa Pamubulan masih tanggungjawab pemborong yang mengerjakan proyek pada tahun 2016 lalu, karena ruas tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah meminta kepada rekanan tersebut untuk segera melakukan perbaikan agar ruas tersebut nyaman dilalui oleh pemudik.

”Saya sudah tegur pemborongnya, agar segera memperbaiki jalan yang baru diperbaiki tapi rusak lagi tersebut. Terutama yang ada di Desa Cilangkahan, dan sekarang mereka sudah mengirim alat berat (untuk perbaikan, Red) ke sana,” cetusnya.

TAG ekonomi