Cilegon, Progresnews.com – Kesejahteraan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat. Hal ini lah yang menjadi cita-cita Wahidin Halim dalam pencalonannya pada Pemilihan Gubernur Banten 2017.

Dalam halal bihalal yang dihadiri ratusan masyarakat di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, Wahidin Halim mengatakan, pendidikan merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan murah.

“Saya dan kita semua sadar bahwa pendidikan menjadi kunci penting bagi kesejahteraan masyarakat. Itulah yang mendorong saya melakukan reformasi pendidikan ketika menjabat sebagai Walikota Tangerang. Sekolah di tangerang alhamdulilah sudah tidak ada yang jelek, dan biayanya di gratiskan” kata Wahidin Halim, Rabu (20/7)

Konsep reformasi pendidikan yang telah dilakukan di Kota Tangerang, akan juga dijalankan di Provinsi Banten jika masyarakat mempercayakannya menjadi Gubernur pada periode 2017-2022.

“InsyaAllah pengalaman itu (walikota Tangerang), akan saya terapkan juga saat saya menjadi gubernur nanti. Kita akan bekerja keras agar pendidikan di Banten ini lebih berkualitas dan gratis” tegas Wahidin saat menyampaikan pandangannya terkait persoalan pendidikan di Banten.

Selain pendidikan, Kesehatan juga menjadi prioritas mantan Walikota Tangerang 2 periode itu, jika dirinya diberikan amanah menjadi Gubernur Banten. Kesehatan Gratis dan Rumah Sakit tanpa kelas, yang telah dilakukannya ketika menjabat Walikota Tangerang, akan juga ia terapkan saat menjadi Gubernur Banten.

Sementara itu, Sarwani (40 tahun) salah stau masyarakat yang hadir, menyambut dengan gembira keikutsertaan Wahidin Halim dalam pilgub Banten 2017, ia berharap Wahidin bisa membawa perubahan bagi masyarakat Banten, yang selama ini jauh dari kesejahteraan.

“Alhamdulilah akhirnya ada tokoh baik yang mau mencalonkan diri jadi pemimpin Banten. Saat ini, Banten memang sedang krisis kepemimpinan dan semoga pak Wahidin bisa jadi solusi untuk kesejahteraan masyarakat” katanya (Haedi/Red)