Hasil Polling, Masyarakat Percaya Rano Karno Terlibat Korupsi
Serang, Progresnews.com -- Calon gubernur Banten Rano Karno ternyata tidak dianggap sosok yang bersih dari korupsi oleh masyarakat. Meski seama ini telah berusaha mencitrakan diri sebagai sosok ersih, namun faktanya masyarakat punya pandangan berbeda.
Berdasarkan poling dalam akun Twitter Forum Soraya Blog yang diposting, Senin, (29/11), hingga pukul 14.17 WIB, sebanyak 40 responden dari masyarakat jagat maya percaya jika Rano ikut menikmati uang hasil korupsi yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.
Poling tersebut sudah diikuti oleh 1.434 netizen. Padahal baru diposting sekira pukul 12.00 WIB. Secara terperinci, 29 persen netizen tidak percaya, 40 persen percaya, tidak tahu 29 persen, lain-lain 2 persen. Bukan hanya itu, tagar ‘KPK Bidik Rano Karno’ juga menjadi trending di Twitter yang sudah di-retweet oleh 2.231 netizen. “Ternyata masuk radar KPK juga ini,” ujar akun Twitter Iwan Setiawan.
Kasus korupsi di Banten mulai ramai kembali setelah pernyataan kontroversial Ketua KPK Agus Rahardjo yang mengatakan akan membongkar kasus dugaan korupsi setelah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 selesai digelar.
“Saya monitor, kami punya radar untuk di sini (Banten). Tapi karena itu (korupsinya) agak besar, itu nanti setelah pilkada aja deh,” kata Agus usai menghadiri Bedah Buku ‘Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi’ di Kantor PWNU Banten, Kota Serang, Sabtu, (26/11)
Baca Juga : Usai Pilgub Banten 2017, KPK Bidik Rano Karno
Meski tak menyebut siapa dan kasus apa yang telah ditangani lembaganya dan akan dibuka usai Pilgub Banten 2017 selesai, namun Agus menyebut kasus tersebut berkaitan dengan kasus korupsi di Banten pada masa lalu dan bukan terkait dengan dana kampanye.
Baca Juga : Ada Korupsi Besar, KPK Akan Buka Usai Pilgub Banten 2017
"Bukan (dana kampanye). Sebetulnya ada kejadian sebelumnya. Iya ada hubungannya dengan itu (Ratu Atut Chosiyah)," terang Agus saat ditanya wartawan apakah masih ada kaitannya dengan kasus yang menimpa mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Sementara kuasa hukum Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Tubagus Sukatma tidak terkejut atas penyataan Ketua KPK Agus Rahardjo tersebut. Menurut Sukatma, berdasarkan bukti dan keterangan saksi yang sudah diserahkan ke KPK, ada aliran dana ke seseorang hingga Rp14 miliar.
“Aliran dana itu ternyata tidak hanya sekali, tetapi beberap kali. Jumlahnya bukan hanya Rp 1,2 miliar tetapi mencapai belasan miliar setelah semua bukti dikumpulkan,” ujarnya. (Red)
-
Jumat, 19/10/2018 08:45 WIBBerhentikan Iman dari Walikota Cilegon, Pemprov Tunggu Salinan Putusan Inkracht
-
Jumat, 19/10/2018 08:17 WIBSang Ratu Divonis Gila, Berikut 6 Fakta Penting Kerajaan Ubur-ubur yang Bikin Heboh
-
Jumat, 19/10/2018 07:45 WIB
Sering Konsumsi 6 Makanan Ini, Dijamin Bikin Kulit Sehat dan Mulus
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain