Hari Perempuan Internasional, Inilah 10 Pemimpin Perempuan Termuda Di Dunia
Serang, Progresnews.com -- Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2016 merupakan sebuah hari besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Di antara peristiwa-peristiwa historis yang terkait lainnya, perayaan ini memperingati kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan kehilangan nyawanya.
Untuk memperingati hari Perempuan Internasional, berikut 10 perempuan termuda yang berhasil menjadi pemimpin sesuai dengan kemampuan masing-masing :
1. Bashaeer Othman, Walikota Allar-Palestina (16 tahun)
Bashaeer Othman Wali Kota Termuda di Dunia, ia menjadi orang nomor satu di kota Allar, sebuah kota kecil di tepi barat utara Palestina, kota suci 3 Agama yg saat ini bertikai. Kota Allar berpenduduk sekitar 8.000 warga, dengan luas wilayah hanya 12,3 Kilometer Persegi. Ia Mulai Memimpin kota Ini Sejak Tanggal 2 Juli 2012 Hingga 2 September 2012.
Adapun ide awal Bashaeer menjadi wali kota berasal dari tuntutan para pemuda yang menginginkan agar mereka diberi hak memimpin kota. Pemerintah Palestina akhirnya memberikan ruang kepada pemuda Palestina yang saat ini berjumlah 60 persen dari jumlah total penduduk. Selama menjabat sebagai wali kota, Bashaeer mengusulkan berbagai proyek pengadaan bahan bangunan sehingga proyek itu mampu menampung banyak tenaga kerja. Selain itu, ia melakukan terobosan melalui program kerja sama dengan organisasi di luar kota.
2. Marisol Valles Garcia, Kepala Polisi Praxedis G. Guerrero-Mexico (20 Tahun)
Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, mahasiswi ini resmi dilantik menjadi kepala polis i membawahi 12 personel polisi di suatu kota kecil di negara bagian Chihuahua, Meksiko pada bulan Oktober 2010.
Keinginan Garcia menjadi polisi dilatar belakangi karena dia sudah lelah dirundung ketakutan dari teror para kriminal yang berkeliaran di kotanya., Praxedis G. Guerrero, kota dengan penduduk tidak sampai sembilan ribu j i wa. Praxedis terkenal sebagai wilayah kekuasaan para mafia.
Kota Praxedis acapkali menjadi arena pertempuran dua kartel obat bius, Juarez dan Sinaloa. Mereka telah membunuh pejabat pol i si dan walikota sebelumnya. Namun, Garcia memberanikan diri menduduki posisi tersebut.
Pada tanggal 7 Maret 2011 Valles dipecat dari jabatannya karena beberapa hari tidak berada di posnya. Marisol dikabarkan telah mengungsi ke Amerika Serikat (AS) setelah berkali-kali menerima ancaman pembunuhan dari sindikat kriminal setempat.
3. Percha Leanpuri, anggota DPD RI (23 Tahun)
Anggota DPD RI Asal Sumatera Selatan ini baru berusia 23 tahun saat menduduki kursi pemerintahan. Percha Leanpuri tercatat sebagai politisi termuda di Senayan. Jam terbang Percha Leanpuri di dunia politik memang masih sangat sedikit. Namun siapa sangka dia mendapat suara terbanyak saat pemilu legislatif 2009, di luar pulau Jawa. Dia mengantongi suara sekitar 950 ribu.
Bagi perempuan yang akrab disapa Titi ini, duduk di DPD adalah tantangan tersendiri. Keberadaan dirinya di DPD diharapkan bisa memotivasi kalangan muda lainnya untuk berperan di bidang yang ditekuni masing-masing. Selain itu, ia berharap bisa membantu banyak orang dengan berada di dunia politik praktis.
Sebelum terjun ke dunia politik, perempuan kelahiran 24 Juni 1986 ini pernah menekuni dunia modelling. Prestasi yang diraihnya yaitu menyandang gelar The Best Catwalk di Wajah Sumex tahun 2000. Tak hanya itu, dia pun mengikuti kegiatan menari yang mengantarnya menuju Indonesian dancer EXPO 2000 di Hanouver Jerman.
4. Hina Rabbani Khar (35 Tahun)
Perempuan kelahiran Multan, 19 Januari 1977 ini dilantik menjadi Menteri Luar Negeri pada 19 Juli 2011. Saat itu Hina berusia 34 tahun dan memecahkan rekor dalam sejarah modern Pakistan sebagai perempuan pertama sekaligus termuda yang menjabat Menteri Luar Negeri.
Hina Rabbani Khar adalah lulusan sarjana ekonomi ilmu manajemen Universitas Lahore Pakistan pada tahun 1999. Kemudian ia langsung melanjutkan studi ke Amerika Serikat untuk mengambil gelar master dalam bidang manajemen bisnis di Massachusetts University.
Karir politik Hina berawal saat ia bergabung dengan partai politik Liga Muslim Pakistan (The Pakistan Muslim League). Ia terjun dalam pemilihan umum 2002 dan terpilih menjadi anggota Majelis Nasional dari Distrik Muzaffargarh. Antara tahun 2004 dan 2007 ia menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Ekonomi dan Menteri Negara Bidang Perekonomian Pakistan. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Keuangan dan Urusan Ekonomi dalam kabinet Yousaf Raza Gillani antara 2008 dan 2011. Pada tanggal 13 Juni 2009, ia menjadi perempuan pertama yang menyajikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pakistan di Majelis Nasional.
5. Atifete Jahjaga , Presiden Kosovo (36 tahun)
Atifete Jahjaga merupakan presiden perempuan termuda, lahir 20 April 1975 di Dakovica. Saat menduduki kursi presiden Kosovo pada 7 April 2011, usia Jahjaga baru 36 tahun. Perempuan berpangkat mayjen Polisi ini menggantikan Jakup Krasniqi yang menjabat presiden pada 27 September 2010 hingga 22 Februari 2011. Atifete merupakan Presiden Kosovo keempat dan meraih kursi presiden dari jalur independen alias nonpartai. Tak hanya itu, Jahjaga juga merupakan kepala negara wanita pertama di Balkan modern.
Dalam pidato pelantikannya, Jahjaga menyatakan bahwa salah satu tujuan utamanya menjadi presiden adalah untuk mengamankan keanggotaan Kosovo di Uni Eropa dan PBB dan memiliki persahabatan yang permanen dengan Amerika Serika yang juga merupakan cita-cita negaranya.
Sebelum menjadi presiden, Jahjaga pernah menjadi penerjemah bagi polisi internasional. Pekerjaan itu dijalaninya setelah perang Kosovo. Dikutip dari wikipedia, Jahjaga lantas menyelesaikan pelatihan untuk menjadi perwira polisi dan secara bertahap promosi ke jenjang yang lebih tinggi. Dia pernah menduduki kursi Wakil Direktur Kepolisian Kosovo, lalu menjadi pejabat direktur umum pada 2010.
6. Marrisa Mayer, CEO Yahoo (37 tahun)
Marrisa Mayer merupakan Lulusan Stanford University jurusan ilmu komputer dengan gelar Bachelor of Science (Symbolic system) dan Master of Science (Computer Science). Marissa bergabung di Google pada tahun 1999, dan diangkat menjadi Chief Executive Officer (CEO) Yahoo pada 17 Juli 2012.
Karyawan Google ke 20 ini menjadi andalan dalam pengembangan produk Google. Ia berperan dalam beberapa proyek seperti Gmail, Google Search, Google News dan Google Images. Jabatan terakhirnya di Google adalah Vice President of local and location services yang bertanggung jawab dalam proyek seperti Google Maps dan memimpin sekitar 1000 product manager .
7. Nikki Halley Gubernur South Carolina (40 Tahun)
Nikki Haley adalah Gubernur South Carolina yang terpilih pada 12 Januari 2011. Saat itu usia Nikki masih 40 tahun. Dia merupakan WN AS keturunan India, nama aslinya Nimrata Nikki Randhawa. Dengan demikian Nikki adalah gubernur keturunan India kedua, selain Bobby Jindal.
Nikki adalah sarjana dari Clemson University. Kebijakan Nikki selama menjadi gubernur adalah penentang aborsi, pengenaan pajak yang lebih rendah, mendukung imigrasi dan memperbaiki tingkat kesejahteraan guru berdasar kinerja dalam bidang pendidikan.
8 . Yingluck Shinawatra, Perdana Menteri Thailand (44 Tahun)
Perempuan yang punya nama panggilan Pu ini menjadi Perdana Menteri Thailand di usia 44 tahun. Sehingga perempuan kelahiran 21 Juni 1967 tercatat sebagai perdana menteri perempuan termuda di dunia. Yingluck menjadi PM Thailand atas dukungan Partai Phue Thai. Dalam sejarah Thailand, inilah pertama kalinya seorang perempuan menjadi pemimpin negara.
Gelar sarjana bidang administrasi publik diraih Yingluck di Universitas Chiang Mai, Thailand. Sedangkan gelar master didapatkannya dari Kentucky State University. Yingluck punya strategi sendiri Dalam kampanye PM yang digelar saat itu. Dia sangat berhati-hati dalam menyampaikan pesan. Untuk pertanyaan yang dia tidak benar-benar tahu jawabannya, maka Yingluck cukup pintar untuk tidak terjebak pada jawaban kompromi.
9. Julia Gillard, Perdana Menteri Australia (48 Tahun)
Gillard, 48 tahun, menjadi perdana menteri wanita pertama di Australia setelah Kevin Rudd yang berhasil digulingkan oleh tindakan makar partai buruh pada 24 Juni 2010. Dengan tugas membangun kembali adanya pengurangan dukungan dalam tubuh partainya, Gillard maju hanya dalam waktu tiga minggu menjelang pemilu, dengan harapan akan mendapat suara maksimal.
Namun hasilnya berkata lain, baik partai yang dipimpin Gillard maupun koalisi partai Liberal-Nasionalis pimpinan Tony Abbott mampu sama-sama bertahan. Hasil imbang tersebut akhirnya terpatahkan pada 7 September. Setelah lebih dari 2 minggu setelah negoisasi dengan kandidat, Gillard pun memenangkan suara mayoritas di parlemen.
10. Cristina Fernandez de Kirchner, Argentina (58 Tahun)
Cristina Fernandez de Kirchner lahir pada 19 Februari 1953 di La Plata, ibukota Provinsi Buenos Aires, Pada tahun 1980-an dia memasuki dunia politik bersama suaminya Nestor Crichner. Sebagai First Lady yang kemudian menjadi presiden, Cristina merupakan ikon fashion di dunia perempuan dan dikenal aktif membela HAM, pengentasan kemiskinan dan perbaikan jaminan kesehatan.
Cristina sering dibandingkan dengan Evita Peron, Ibu Negara Argentina yang legendaris. Hanya saja, Evita tidak pernah dipilih dalam pilpres. Sebaliknya, Cristina adalah presiden perempuan pertama yang menang lewat pilpres. Pada bulan Oktober 2007 Cristina memenangkan pemilu Presiden Argentina periode 2007 – 2011 dan dilantik menjadi Presiden Argentina ke 55 pada 10 Desember 2007.
Hampir sama dengan kisah Evita Peron yang berjuang dan mengantarkan suaminya menjadi Presiden ke 29 (pada tahun 1946), demikian juga dengan Cristina, ia berkorban lahir batin demi memenangkan suaminya (25 Mei 2003 - 10 Desember 2007). Christina mulai hidup menjanda sejak kematian suaminya (27 Oktober 2010), namun perjuangannya tidak sia-sia. Meskipun tanpa suami di sisinya, ia mampu menghadapi segala tekanan dan rintangan dari rival politiknya.
Selama masa jabatannya dalam periode pertama berlangsung sangat mulus. Ia sangat memperhatikan masalah kemiskinan, kesehatan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) serta memperjelas sikap dalam politik luar negerinya termasuk mengusik kembali ketenangan di pulau Malvinas (Falkland -Inggris). Salah satu ciri khasnya yang mampu menyedot perhatian 40 juta rakyat Argentina adalah kemampuannya berkoordinasi dengan setiap menteri dan lembaga lainnya dalam menerapkan kontrol harga.
Cristina memenangkan kembali Pemilu presiden Argentina periode ke dua (2011 - 2015). Dalam pemilu terakhir ia berhasil mengalahkan rival politiknya yang paling berat yaitu Gubernur Santa Fe Hermes Binner dengan perolehan 53% suara.
-
Jumat, 19/10/2018 10:16 WIBKafe Keliling, Nikmatnya Suguhan Kopi Asli Sambil Diskusi
-
Rabu, 03/10/2018 10:02 WIBSelain Luwak White Coffe, 5 Makanan Ini Bisa Semburkan Api
-
Selasa, 02/10/2018 08:09 WIBHari Batik Nasional, Sejarah dan 5 Motif Populer
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain