Kalimantan, Progresnews.com -- Mengabdi di daerah pedalaman tentunya bukan pilihan utama bagi sebagian besar Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun tidak bagi yang berprofesi sebagai guru. Di mana pun ditempatkan sesuai Janji PNS, tak jadi masalah.

Adalah Rebeka, seorang guru cantik kelahiran Tengkapak, 27 September 1991 ini, dengan dengan ikhlas mengabdikan dirinya di SDN 003 Peso. Sekolah yang berada di Desa Long Peleban, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan ini

Sekolah tempat Rebeka mengajar masih terisolir, sama sekali belum ada akses darat dan jaringan telepon. Untuk menjangkaunya, hanya ada transportasi sungai dengan menggunakan perahu ketinting. Itupun, kondisi sungai masih cukup rawan dan sewaktu-waktu ketinting bisa karam.

"Masih pedalaman, tidak ada sinyal sama sekali, transportasi harus lewat sungai. Kalau mau berkomunikasi, harus ke daerah kantor kecamatan sekitar satu jam perjalanan," kata Alumni Universitas Borneo Tarakan ini, ketika ditemui di sela Pembukaan Diklat Pra Jabatan Golongan III di lingkungan Pemkab Bulungan di Kantor Diklat Bulungan, Jalan Agathis, Tanjung Selor, beberapa waktu lalu.

Saat ini kata dia, ada sebanyak 30 siswa di sekolahnya. Rebeka sendiri mengajar di kelas VI yang hanya ada tiga siswa.

Cita-citanya, walau infrastruktur dan sarana komunikasi sangat minim bahkan tidak ada, warga pedalaman khususnya anak-anak usia sekolah tak boleh menyerah untuk masa depan yang lebih baik.

Mengabdi di pedalaman menurutnya lebih ke panggilan hati untuk bisa ikut memajukan daerah pedalaman, khusus melalui pendidikan.

"Supaya anak-anak di pedalaman bisa lebih cerdas, bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota. Walau dari segi komunikasi, transportasi mereka tertinggal jauh, mudah-mudahan dengan adanya saya di sana bisa ada perubahan ke arah lebih baik," katanya.

Dia juga mengaku siap jika akan mengabdi selamanya di daerah pedalaman, "Ya kalau dapat jodohnya di sana," kata wanita berkulit putih dan berlesung pipit ini sembari tertawa. (Red)