Serang, Progresnews.com -- Kasus persekusi atau main hakim sendiri yang dilakukan warga kepada sepasang remaja yang dituduh berbuat asusila di Kabupaten Tangerang, membuat Gubernur Banten Wahidin Halim merasa prihatin.
Kasus yang juga ramai diperbincangkan di jagad maya itu pun, seharusnya tidak perlu terjadi jika warga tidak main hakim sendiri dan menyerahkan segala proses dugaan perbuatan asusila kepada aparat berwajib, "Ya saya kecam, seharusnya lapor polisi bukan dikeroyok," tegasnya.
Atas kejadian itu, Gubernur yang akrab disapa WH itu meminta warga khususnya aparatur desa untuk tidak main hakim sendiri. WH juga meminta para remaja yang kebetulan sedang menjalin hubungan pacaran untuk tetap menjaga norma-norma yang ada di masyarakat.
"Saya harap kepada remaja yang pacaran jangan seenaknya, karena ada norma lingkungan, norma agama, norma sosial dan kaidah yang tetap dijaga serta dihormati," kata Wahidin usai menyaksikan pertandingan sepakbola di Stadion Heroik Group I Koppasus, Rabu (15/11).
Diketahui, sekelompok orang melakukan penganiayaan terhadap sepasang remaja berinisial R (Laki-laki/28) dan M (perempuan/20) di wilayah Cikupa Kabupaten Tangerang pada sabtu (11/11) lalu.
Diduga, penganiayan dipicu tindakan asusila yang diduga dilakukan korban. Video penganiyaan itu juga sempat beredar di media sosial.
Saat ini petugas sudah menetapkan enam tersangka kasus pengeroyokan yakni A, G, T, I, S dan N. Petugas juga menyiapkan psikiater untuk mendampingi kedua korban untuk memulihkan kejiwaan kedua korban. (Red)

