Serang, progresnews.com -- Keran investasi nampaknya mulai dibuka lebar-lebar oleh Gubernur Banten Rano Karno. Setelah invasi Korea di Cilegon dan China/Tiongkok di Banten Selatan, kini kawasan Bojonegara, Kabupaten Serang akan dikuasai oleh Australia.

Pemberian kekuasaan kepada negara kanguru yakni berupa investasi pembangunan pelabuhan khusus ternak sapi. tak tanggung-tanggung, nilai investasi yang ditanamkan pihak Autralia melalui National Ports Corporate Limited (NPCL) tersebut mencapai lebih dari 200 juta Dolar Australia.

"Investasinya khusus pada pelabuhan ternak sapi dan ini kesempatan bagi Banten. Makanya secara khusus mengundang ke sana," kata Rano Karno usai pelantikan eselon II dan IV di Pendopo Gubernur Banten KP3B, di Serang, dikutip Antara , Jumat (15/04) pekan kemarin.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso, membenarkan adanya peluang investasi dari Australia. hal tersebut, merupakan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur banten pada saat acara Business Summit 2015 di Canberra, Australia, 13 November 2015 tahun lalu.

"Ini menindaklanjuti pertemuan tahun lalu, terkait ketertarikan Australia membuat pelabuhan khusus ternak sapi di Bojonegara. Di sana akan ada penandatanganan agreement ," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso. Rencana pembangunan pelabuhan ternak tersebut saat ini masih dalam tahap pra-feasibility study (FS). Perjanjian tersebut kedepannya tidak hanya pada pembangunan pelabuhan untuk ternak sapi namun mencakup komoditas lainnya.

"Jadi nanti bukan hanya pelabuhan ternak sapi, ada juga komoditas lain dari lokal Banten, seperti ikan, lobster, dan produk lain. Ini juga untuk agrobisnis," tegas Babar. Untuk menjamu Investor luar tersebut, Babar mengaku akan membantu dan mendukung penuh. baik dalam penyediaan regulasi maupun infrastruktur.

"Kesiapan pemda yaitu memfasilitasi, tentu dengan adanya regulasi yang mendukung, termasuk infrastruktur pendukung akses menuju Bojonegara," kata Babar. (Haedi/Red)