ERUPSI GUNUNG RAUNG, PARIWISATA BALI ALAMI KERUGIAN 16 MILIAR PER HARI
4 hari ago Bisnis , Ekonomi Leave a comment 41 Views
Berita Terkait
GUNUNG RAUNG SEMBURKAN LAVA PIJAR, BANDARA DI JEMBER TUTUP
2 jam ago
BANDARA NGURAH RAI DITUTUP, PIHAK BANDARA ALAMI KERUGIAN
5 hari ago
ERUPSI GUNUNG RAUNG, 3.000 PENUMPANG MENUMPUK DI BANDARA NGURAH RAI BALI
6 hari ago
Bali, Progresnews.com — Erupsi gunung raung yang berakibat pada penutupan bandara Ngurah Rai, berpotensi mengilangkan pendapatan industri pariwisata di Bali. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyatakan penutupan potensi kerugain yang dialami bisa mencapai 1,2 juta dolar atau hampir Rp 16 miliar per hari.
Estimasi tersebut menurut Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya menggunakan asumsi rata-rata kunjungan wisawatan ke Bali yang sekitar 8 ribu turis per hari, dengan rata-rata belanja US$ 150 per turis per hari.
“Pasti ada dampaknya dengan ditutupnya Bandara Ngurah Rai karena kurang lebih per harinya 8 ribu turis ke Bali dengan spending rata-rata per orang US$ 150. Mungkin mereka membatalkan atau menunda kunjungan,” ujarnya seperti dikutip CNN Indonesia, Ahad (12/7).
Menurut Gus Wijaya, hampir seluruh industri di Bali tergabung dalam GIPI, di mana lebih dari setengah juta orang bergantung hidup di sektor itu. Khusus untuk bisnis perjalanan wisata, sedikitnya 400 perusahaan bernaung di bawah GIPI.
“Demikian pula dengan industri perhotelan, total ada 90 ribu kamar hotel yang mereka kelola,” tuturnya.
Namun, Gus Wijaya ini memahami alasan Kementerian Perhubungan dan otoritas bandara menghentikan aktivitas penerbangan dari dan menuju ke Bali karena alasan bencana alam serta demi keselamatan penumpang.
“Ini merupakan hari ketiga (Bandara Ngurah Rai ditutup), tapi kami mengerti karena ini persoalan alam,” tuturnya.
Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali, I Ketut Ardhana mengungkapkan, cukup banyak turis yang tidak bisa datang dan meninggalkan Bali akibat ditutupnya Bandara Ngurah Rai. Bagi yang tidak bisa meninggalkan Bali, kata Ardhana, mereka terpaksa harus mengeluarkan anggaran lebih untuk membiayai akomodasi tambahannya.
“Namun, karena ini force major semuanya mesti bertanggungjawab,” tuturnya.
Untuk itu, Ardhana mengingatkan seluruh pelaku usaha perjalanan wisata untuk memberikan fleksibilitas dan kompensasi kepada para pengguna jasanya. “Misalnya hotel, harus siap menyediakan kamar untuk membantu tamunya yang tidak bisa pulang,” tuturnya. (PN06)
Selain industri Bali, pihak bandara pun mengaku mengalami kerugian, namun karena keselamatan menjadi prioritas, mereka tidak merinci berapa kerugian yang dialami. Kerugian yang dimaksud adalah dibebaskannya biaya parkir bagi seluruh pesawat yang tak bisa terbang di Bandara Ngurah rai.
“Kami bebaskan biaya parkir pesawat selama di Bandara Ngurah Rai sampai bisa diberangkatkan kembali. Kami untuk saat ini tidak memikirkan kerugiannya tapi yang terpenting adalah keselamatan bersama. Kami fokus pada pelayanan, masalah kerugian, instruksi bapak menteri (Mentri Perhuhungan) tidak mebgarah ke situ (kerugian). Yang terpenting memberikan pelayanan yang terbaik,” kata GM PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali, Trikora Harjo, Tuban, Badung, Bali, Sabtu(11/7) (BACA JUGA : Bandara Ngurah Rai Ditutup, Pihak Bandara Alami Kerugian)
Sebelumnya, Karena adanya erupsi Gunung Raung, Kementrian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan Notam ( notice to airmen ) untuk menutup sementara 6 bandara yaitu, Bandara Ngurah Bali, Bandara Internasional Lombok, Bandara Selaparang Lombok, Bandara Blimbingsari Banyuwangi dan Bandara Notohadinegoro Jember. Notam akan terus di update sesuai dengan perkembangan situasi yang terjadi dilapangan. (PN06) (BACA JUGA : Erupsi Gunung Raung, 3.000 Penumpang Menumpuk di Bandara Ngurah Rai Bali)
Google +
