Serang, Progresnews.com -- Banten yang merupakan provinsi muda hasil pemekaran Jawa Barat memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (DPD ASPPHAMI) provinsi Banten, saat menggelar Gathering Anggota dan Pengurus di Hotel Santika BSD City Serpong, Banten, Selasa (2/10) kemarin.

Dengan mengusung tema 'Tata Kelola Pengendalian Kecoa Jerman (Biattela Germanica) dan kutu busuk ( Cimex Lectularius dan Cimex Hemipterus ) di lingkungan permukiman', acara tersebut sekaligus untuk memperdalam kompetensi para anggota.

"Pada tahun 2017 saja tercatat Banten sebagai provinsi nomor 2 secara nasional setelah DKI Jakarta. Angka pertumbuhan Provinsi banten sendiri mencapai 5,90%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional sebesar 5,01%," paparnya di Serpong, Selasa (2/10).

Dengan tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut, Provinsi Banten sebagai provinsi penyangga ibukota DKI Jakarta menjanjikan potensi yang besar untuk industri Pengendalian Hama Permukiman (Urban Pest Control) di wilayah tersebut. Sebut saja sasaran utama segmentasi pasar di wilayah provinsi Banten yang mampu menyerap industri Jasa Urban Pest Control ini mulai dari segmentasi industrial, segmentasi komersial, maupun segmentasi Residential.

Kemudian kawasan industri yang sambung menyambung dari Kabupaten Tangerang sampai ke Cilegon, area komersial yang tersedia di kota-kota dan kabupatennya, juga permukiman kelas satu yang terus dikembangkan di wilayah provinsi Banten.

Potensial bisnis pest control di wilayah banten dinilai cukup besar, dengan melihat pertumbuhan pembangunan perumahan, restaurant, hotel, gedung dan kawasan industri yang cukup pesat. (Red)