Dukungan PW Mathlaul Anwar Banten, Wakil Rektor I UNMA : 'Keputusan Gegabah'

Tangerang, Progresnews.com – Adanya dukungan PW Mathlaul Anwar kepada Paslon Rano-Embay dalam Pilgub Banten 2017, terus mendapat penolakan dari kader di tingkat bawah. Dukungan, tersebut dinilai gegabah dan terburu-buru.

Kader Mathlaul Anwar yang sekaligus Wakil Rektor I Universitas Mathlaul Anwar, Pandeglang, Dr. Ukun Kurnia,M.Pd, sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh PW MA Banten. Sebagai Ormas yang berlatar belakang kader, MA terlalu gegabah dalam mengambil keputusan.

"saya kaget dan menganggap sangat berani MA secara terang benderang mendeklarasikan dukungan secara orginisasi pada salah satu paslon" kata Ukun Kurnia, Selasa (11/10)

Sebagai Organisasi yang memiliki ruh dalam gerakan dakwah dan pendidikan, PW MA kata Kurnia, seharusnya tidak menyeretkan diri dalam pusaran politik praktis, yang justru akan membuat MA terlihat kecil dimata masyarakat.

“Idealnya sebagai ormas MA harus memerankan politik kebangsaan yang memiliki nilai yang lebih luhur. Bagi saya MA jauh lebih besar dibanding dengan pilgub yang tenornya lima tahunan” kata Ukun Kurnia, melalui pesan singkat

Kurnia juga mempertanyakan keabsahan keputusan dukungan tersebut. Apakah sudah sesuai dengan mekanisme organisasi, seperti rapat pengurus atau rapat Pleno atau justru hanya keputusan sepihak.

“Apakah para elit PW MA sudah melakukan treser kepada warga MA di Banten. Saya yakin itu hanya keputusan para elit saja” tambah Kurnia.

Untuk mendapatkan kejelasan terkait keputusan tersebut, dalam waktu dekat, Kurnia akan segera menemui PW MA untuk mempertanyakannya.

“Karena itu keputusan yang sudah dipublish, tentu sebagai orang yang pernah dididik di MA saya perlu mendapatkan penjelasan tentang hal ini, mungkin PWMA punya pertimbangan2 lain yang lebih strategis sehingga kenapa MA sampai mau me "merosok"kan diri ke wilayah ini” tutup Kurnia

Sebelumnya, Mantan Anggota DPRD Pandeglang yang seklaigus Kader MA Ilma Fatwa, mengingatkan agar Pilgub Banten 2017, tidak hanya dijadikan sebagai panggung politik bagi Ketua DPW MA, Babay Sujarwandi.

"Jadi, jangan hanya karena nafsu dan syahwat politik Babay Sujarwandi, MA dijual kemana-mana. Pilgub kali ini jangan sampai dijadikan panggung pribadi Babay untuk kembali terjun ke dunia politik" kata Ilma.(Red)

TAG politik