Tangerang, Progresnews.com -- Klaim tidak adanya kasus korupsi di era kepemimpinan Rano Karno selama menjabat, dipatahkan oleh Calon Gubernur Banten Wahidin Halim saat mengikuti debat Kandidat Cagub dan Cawagub Banten, Selasa (27/12) malam.

Menurut Wahidin yang saat itu diberi kesempatan bertanya mengatakan, klaim Rano sangat tidak benar. Kasus korupsi Bank Banten menjadi salah satu bukti bahwa ada praktik korupsi di era kepemimpinan Rano Karno.

“yang menarik yang perlu saya tanya, pada eranya Rano Karno, dalam waktu baru sampai satu tahun, kenapa terjadi kasus Bank Banten? Apakah karena manajemennya? Apa karena tidak ada kemauan kuat? Apakah salah urus? Atau juga mungkin tata kelola keuangannya? Atau ada juga hal lain? Karena sebetulnya saya paham, saya 10 tahun mengelola keuangan di Kota Tangerang” tanya Wahidin Halim

Mendapat pertanyaan tersebut, Rano Karno berkilah bahwa praktik korupsi tersebut merupakan kecelakaan, "Kalau pertanyaan Anda mungkin ada OTT-nya (operasi tangkap tangan oleh KPK-red), itu adalah kecelakaan" kata Rano Karno

Pada proses pendirian Bank Banten, KPK telah menangkap 3 orang yang terlibat dalam praktik suap izin pendirian Bank Banten. Mereka adalah Dirut PT. BGD Ricky Tampinongkol, serta dua orang anggota DPRD Banten.

Anehnya, mendapat pertanyaan seuptar Bank Banten itu juga, Rano Karno langsung mengklaim bahwa adanya Bank Banten merupakan kebanggan bagi masyarakat Banten. Meskipun ia tidak menjelaskan lebih lanjut yang dimaksud dengan kebanggaan itu seperti apa dan bagaimana.

Baca Juga : Pasangan Wahidin Halim-Andika Pecundangi RK-Mulya di Media Sosial

Menanggapi jawaban Rano Karno, Wahidin Halim justru meminta Rano untuk berkata jujur ke hadapan publik bahwa di era kepemimpinannya telah ada praktik korupsi.

“Ya fakta lah bahwa Direktur Utama (PT BGD) kan ditangkap, dipenjara. Itu kan dalam proses kepemimpinan Rano Karno. Jadi kalau di Banten tidak ada korupsi, keliru. Masyarakat sudah tahu persis kok. Bilang aja iya, pada waktu ada korupsi Bank Banten, tapi saya tidak terlibat. Keponakan saya ini harus jujur lah. Bilang aja ada korupsi direktur dan anggota DPR selama saya memimpin. Ya cukup begitu, saya sebagai paman bisa memahami kok” Wahidin Halim menanggapi

“Yang ditangkap itu direktur BGD. Yang ada masalah itu Direktur BGD. Makanya telaah dulu informasi yang diterima,” timpal Rano Karno.

Melihat Rano Karno yang limbung dengan pertanyaan seputar Bank Banten, Wahidin pun langsung mencecar Rano Karno, “BGD punya siapa? BUMD itu punya siapa?”

“BUMD itu punya provinsi, bukan punya Rano Karno,” jawab Rano, dengan tanpa sadar bahwa dirinyalah yang waktu itu tengah memimpin provinsi Banten.

Baca Juga : Debat Kandidat Pilgub Banten, KPU Minta Masyarakat Simak Baik-baik

Acara debat yang berlangsung selama dua jam, dilanjutkan dengan materi tentang kesehatan, pelayanan publik dan pemberdayaan perempuan. Para pendukung dan tim sukses juga terus beradu yel-yel menyemangati para calon.

Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna saat memberi sambutan sebelum debat mengungkapkan, bahwa debat putaran pertama ini mengangkat tiga masalah yakni soal kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan pemberdayaan perempuan.

“Diharapkan agar kesempatan ini bisa menjadi rujukan bagi masyarakat Banten untuk memilih calon pemimpin yang tepat,” kata Agus Supriyatna.

Untuk tahap kedua, debat publik calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 akan berlangsung di studio tvOne pada 25 Januari 2017. Kemudian debat terakhir dilaksanakan di studio TVRI pada 9 Februari 2017. Semua acara debat ditayangkan secara langsung. (Red)