Dikabarkan Masuk Right Issue Bank Banten, BRI : Belum Ada Rencana dan Penawaran
Serang, Progresnews.com -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengaku belum ada rencana untuk masuk pada right issue PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten yang nanti akan dilakukan pada periode awal tahun 2019. Meski begitu, Bank BRI menilai Bank kode saham BEKS tersebut, memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menarik.
Menurut Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo, sejauh ini belum ada rencana BRI untuk masuk ke Bank Banten. Meski begitu, sejumlah wilayah di area Banten seperti Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya punya potensi pertumbuhan yang sangat besar. Jika itu bisa dilayani oleh Bank Banten, menurutnya tentu akan bagus bagi kinerja bank tersebut.
“Yang sekarang barangkali belum terlalu besar. Jadi dia (Bank Banten) belum bisa meng-grab potensi itu. Jadi sebetulnya menarik,” kata Haru di arena acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10), yang dilansir Kumparan
Menurut Haru, wilayah Banten yang berbatasan dengan Jakarta, juga masih punya prospek pengembangan bisnis yang cerah. Meski demikian, sejauh ini BRI belum menerima penawaran apapun dari Bank Banten, Kalau ada bank yang barangkali cukup bagus potensi pertumbuhannya, saya kira itu mungkin saja (BRI masuk). Tapi bahwa (saat ini) plan belum ada. Rencana belum ada,” ujarnya.
Bank Banten sendiri memang telah memiliki rencana untuk memperkuat modal melalui penerbitan saham baru (rights issue). Rencana itu akan dilakukan pada semester I tahun 2019 mendatang. Dari saham baru senilai Rp 600 miliar, pihak Bank Banten disebut-sebut telah menawarkan porsi saham baru sebesar 25 persen kepada BRI.
“Angka-angka itu belum diberikan ke kita. Kalau memang ada (penawaran) tentu akan kita pelajari dulu. Tapi sampai hari ini belum ada PPJB (Perjanjian Pengikat Jual Beli), belum ada apa-apa,” tandasnya.
Selama ini kata Haru, BRI telah memiliki MoU dengan 27 BPD seluruh Indonesia. Lingkup MoU itu meliputi transaksi RABP (Rekening Antar-Bank Pasiva). Lalu transaksi repo, untuk menampung kelebihan likuiditas atau menambal kekurangan likuiditas BPD.Dalam konteks MoU tersebut, lanjut Haru, itu kerja samanya dengan 27 BPD tidak hanya Bank Banten saja.
Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih, BRI sejak awal sudah serius menjadi partner stategis Bank Banten. “BRI juga sudah bicara dengan Gubernur Banten terkait ini,” kata Jaja ketika ditemui di public expose , Selasa (9/10).
Menurut Jaja, Pemerintah Provinsi Banten akan mengeksekusi haknya sebesar Rp 335 miliar. Sedangkan sisanya diberikan ke investor strategis baik berasal dari publik maupun institusi. Masuknya investor strategis ini maksimal sebesar 25%. Artinya jika benar BRI yang masuk nanti, maka kepemilikan saham BRI di Bank Banten diperkirakan maksimal 25%
-
Rabu, 24/10/2018 16:25 WIBDampingi Presiden, Gubernur Buka Trade Expo Indonesia Tahun 2018
-
Selasa, 16/10/2018 16:29 WIB
Ribuan Hektar Sawah Kekeringan, Pemprov Banten Siapkan Bantuan Pompanisasi
-
Selasa, 16/10/2018 09:10 WIB
Pemprov Banten Siap Lepas Saham 5,37 Persen di BJB
-
Minggu, 20/09/2026 23:25EkonomiAdik Prabowo Menang Lelang Blok Migas Natuna
-
Minggu, 20/09/2026 12:00NewsApartemen di Penjaringan JAKUT Terbakar, 16 Unit Damkar Dikerahkan
-
Senin, 21/09/2026 10:21NewsGeledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, KPK Temukan Bukti Chat Aliran Uang Kasus Suap Summarecon
-
Senin, 21/09/2026 04:41OlahragaAC Milan Bungkam Lecce 3-0, Rossoneri Bangkit dari Tren Negatif
-
Senin, 21/09/2026 09:36NewsNusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Fokus ke Kegiatan Lain