Serang , Progresnews.com – Kerja keras petani ditengah terik matahari di pesawahan membuat Calon Wakil Gubernur Banten Nomor urut 1 Andika Hazrumy menghentikan kendaraannya, saat melakukan kunjungan ke Kecamatan Bojong, Pandeglang, Kamis (17/11) kemarin.
Tak ayal, tim yang ikut dalam rombongan pun kaget bukan kepalang. Dengan lincah, Andika Hazrumy menyusuri pematang sawah dan langsung menghampiri tiga petani yang sedang asyik bekerja.
"Maaf bapak-bapak, apakah saya mengganggu?," tanya Andika Hazrumy setelah mengucap salam kepada para petani. (Baca Juga : Ribuan Jama'ah Majelis Taklim Do'akan Wahidin Halim Menangi Pilgub Banten 2017)
Mendapat kunjungan Andika Hazrumy , para petani yang semapt tak menyangka itupun langsung menggelengkan kepala seraya mempersilahkan Andika Hazrumy untuk mendekat.
"Ini kami sedang lihat sawah. Sudah selesai nandur (menanam padi,red). Sedang lihat kondisi air," kata salah satu petani yang kemudian diketahui bernama Saepudin.
Suasana penuh kakraban pun akhirnya tercipta saat mereka berbicang-bincang. Andika Hazrumy kemudian bertanya, "Dalam setahun bisa berapa kali panen, lalu apa saja kesulitannya?," tanya Andika. (Baca Juga : Pilgub Banten 2017, Abuya Muhtadi Tegaskan Dukung WH)
Saepudin secara panjang menjelaskan sejumlah hal penting soal kendala dalam persawahan di tempatnya itu. Bagi para petani, kebutuhan akan bibit dan pupuk menjadi hal utama untuk kelangsungan pertanian di Banten.
"Kalau soal pemasaran bagaimana?," kembali Andika Hazrumy bertanya yang kemudian mendapat jawaban yang cukup pendek. "Lumayan aja. Cekap (cukup)," kata Saepudin.
Usai berbincang dengan para petani, Andika Hazrumy kemudian melayani pertanyaan wartawan. Bagi Andika, Banten merupakan salah satu wilayah pertanian yang perlu dimaksimalkan. Bukan hal mustahil, jika pertanian di Banten akan mampu menjadi lumbung padi bagi kebutuhan pangan di Indonesia.
“Termasuk perihal pertanian ini. Banten harus menjadi lumbung pangan. Petani harus berjaya di daerah sendiri,” ujar putra mantan gubernur Ratu Atut Chosiyah ini.
Ke depan, kata Andika Hazrumy , perlu pendampingan khusus agar petani bisa menanam dan memanen padi dengan baik serta mendapatkan penghasilan dengan kategori sejahtera. “Karena itu, mulai dari benih padi, pupuk, dan pengairan sawah harus terfasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya.
Andika Hazrumy juga mendorong para pemuda untuk mampu membangun desa di bidang pertanian, mengingat banyak pemuda desa yang kini justru enggan untuk bertani dan lebih memilih bekerja di kota-kota besar.
“Jika diberi amanah oleh masyarakat Banten, saya bersama Pak Wahidin akan memberikan pelatihan khusus kepada pemuda di bidang pertanian. Jika perlu, akan diberikan beasiswa untuk sarjana pertanian dan kita dorong membangun desa,” pungkasnya. (Red)

