Cegah Kasus Pelonco Terulang, Menristek Dikti Keluarkan Ultimatum Keras
4 hari ago Pendidikan Leave a comment 110 Views
Berita Terkait
University Of Adelaide Berikan Beasiswa Full Bagi Mahasiswa Pascasarjana
9 jam ago
Masa Orientasi, Siswa Dibuat Bingung Dengan Istilah Aneh
3 hari ago
Ratusan Pelajar Kota Serang Lolos Universitas Favorit
6 hari ago
Jakarta, Progresnews.com ‐‐ Mengantisipasi terjadinya perpeloncoan pada kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengeluarkan ultimatum keras.
Langkah preventif tersebut diambil lantaran masih banyak universitas yang melakukan perpeloncoan pada saat orientasi studi dan pengenalan kampus (OSPEK). Aneh, budaya pereloncoan seolah sudah menjadi ritual yang dilestarikan pada setiap gelaran ospek di beberapa perguruan tinggi.
Nasir pun menyertakan beberapa ancaman penindakan tegas jika masih saja ditemui perpeloncoan dalam aktifitas pengenalan kampus itu. “Ospek di perguruan tinggi tidak boleh melakukan perpeloncoan. Kalau terjadi perpeloncoan harus ditindak,” ujar Nasir.
Pak menteri menjelaskan bahwa pelaku perpeloncoan akan dikenakan hukuman tegas mulai dari sanksi kademik bahkan sampai dikeluarkan dari kampus alias DO.
“Kalau itu menyangkut apa yang disampaikan oleh mahasiswa seniornya, akan dikenakan sanksi akademik. Kalau termasuk perbuatan kriminal akan dikeluarkan dari universitas,” tegas menristekdikti itu.
Selain mahasiswa, Menteri Nasir akan memberikan sanksi kepada rektor jika terbukti mengizinkan segala bentuk perpeloncoan dilakukan dalam ospek.
“Kalau secara institusi mengizinkan terjadi perpeloncoan, berarti rektor melakukan pelanggaran indisipliner. Nanti Inspektorat Jenderal akan turun mengecek buktinya. Ini bahaya bagi rektor,” tutup Nasir.
Perpeloncoan memang kerap dijumpai dalam aktifitas ospek perguruan tinggi. Memberlakukan hal-hal aneh kepada junior bahkan sampai praktek kekerasan tak jarang terjadi. Beberapa kejadian bahkan sampai menghilangkan nyawa peserta didik baru seperti yang terjadi di IPDN beberapa waktu silam. (PN09/PN06)
Google +