Lebak, Progresnews.com -- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya geram melihat banjir di sepanjang jalur protokol Jalan Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Tumpukan sampah di lorong perkampungan membuat Itti mengamuk ke Lurah yang tidak menjaga kebersihan lingkunga.

Kemarahan orang nomor satu di Lebak itu memuncak saat ia menyusuri banjir. Ia menemukan sebuah lorong di perkampungan penuh sampah yang menyumbat saluran pembuangan air. Lokasi lorong tidak jauh dari jalur protokol.

“Mana ini lurahnya? mana ketua rukun warganya? Kenapa ini dibiarkan saja. Sudah tahu kondisi lingkungan seperti ini, kenapa malah dibiarkan saja? Ini kan bisa menimbulkan penyakit, pantas saja sering terjadi demam berdarah, lingkungannya juga kotor kaya gini, bagaimana masyarakat mau sehat kalau keadaannya seperti ini, ” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya kepada Lurah Muara Tunjung Timur yang ada di lokasi, dengan raut wajah emosi, Jumat (26/2).

Iti menuding lurah tidak pernah mengajak warganya untuk menggelar Jumat Bersih (Jumsih). Dirinya meminta kepada masyarakat, untuk menumbuhkan kembali rasa kesadaran dalam menjaga kebersihan, dengan melaksanakan gotong-royong secara rutin.

“Nanti coba ini sampah dikeruk masukin karung, bawa ke pinggir jalan! Biar nanti petugas kebersihan mengangkutnya,” kata Iti.

Iti kembali naik pitam ketika penyusurannya tiba di wilayah lingkar Barata, tepat di belakang stasiun Rangkasbitung. Sebab, area yang dipenuhi lapak dagangan liar itu terlihat kotor dipenuhi sampah pedagang.

“Saya sudah bilang kalau mau berjualan di area ini jaga kebersihan jaga lingkungan, jangan sampai kotor seperti ini, Aing geus mere kebijakan ka dia, kunaon teu dijaga kebersihana! (saya sudah memberi kebijakan terhadap kalian kenapa enggak menjaga kebersihannya),” ungkapnya penuh emosi.(Iqbal/PN06)