Serang, Progresnews.com – Mulyadi Jayabaya (JB) hingga saat ini masih tercatat sebagai Ketua Tim Penasihat Pemenangan Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy ( WH-Andika ), meskipun beberapa waktu lalu, ia menyatakan medukung pasangan Rano-Embay

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan mengungkapkan, tidak ada permintaan dari mantan bupati Lebak itu, untuk berhenti sebagai dewan penasihat tim pemenangan WH-Andika

“Kalau beliau (Mulyadi Jayabaya) meminta, baru kami akan mengkonsultasikan ke KPU bagaimana teknisnya,” kata Fitron, Kamis (20/10)

Penempatan JB sebagai Dewan Penasehat kata Fitron, merupakan sebuah penghormatan tim atas kerja keras JB mendukung WH-Andika . Jikapun nama JB harus dicoret dari posisi Dewan Penasihat, maka harus ada persetujuan secara resmi dari yang bersangkutan.

“Kecuali kalau beliau sendiri yang menyatakan tidak berkenan secara resmi. Ini bentuk penghormatan kami yang tinggi kepada beliau. Di sini respek kami dan tempat beliau begitu terhormat,” ujarnya.

Terkait berpindahnya dukungan JB ke Rano-Embay, TIM WH-Andika kata Fitron, sama sekali tidak merasa kecewa, malah sangat berterima kasih karena dengan waktunya, JB telah bersedia bergabung dan membantu tim pemenangan WH-Andika .

“Kalau kecewa tidak, bahasa yang lebih tepat adalah kami akan merasa kehilangan orangtua yang sangat berharga,” ujar Fitron.

Sebelum berpindah dukungan, JB kerap memberikan masukan kepada Tim pemenangan, “Beliau beberapa kali memberikan arahan yang berharga di depan pengurus partai koalisi. Dan itu sekira 40 persen kita jadikan guidline strategi pemenangan,” ujarnya.

Jadi, jikapun akhirnya JB tidak lagi ada dibarisan pemenangan WH-Andika , gagasan dan strategi pemenangan yang JB pernah berikan akan dijalankan secara optimal.

“Kami kehilangan orangnya dan tidak bisa dipertahankan, kami tidak harus kehilangan ide dan gagasan besarnya. Sebab kita bukan cuma mau memenangkan Pilgub, tapi belajar learn how to life together (belajar bagaimana menjaga kebersamaan-red). Itu humanisasi esensi dari demokrasi,” ujarnya. (Red)