Bengkulu, Progresnews.com -- Bank Indonesia memprediksi perekonomian Bengkulu akan terus mengalami peningkatan pada Triwulan II tahun 2017 pada kisaran 5,3-5,5%, lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2016 sebesar 5,3%. Kondisi tersebut tidak terlepas dari perkiraan tren membaiknya permintaan dan harga komoditas global (CPO, Karet dan Batubara) serta peningkatan belanja pemerintah.

“Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi bisa 5,2-5,4 persen. Namun, jika ditambah pembangunan pelabuhan, akan terjadi peningkatan sekitar 0,63 persen, sehingga angkanya mencapai 5,8 persen,” ujar Endang Kurnia, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, dalam keterangan persnya, Rabu, (4/1) lalu.

Disisi lain, Bank Indonesia Bengkulu juga memprediksi akan terjadinya peningkatan Konsumsi Pemerintah. Hal ini disebabkan terkait dengan adanya pembayaran gaji ke-13 PNS menjelang hari raya Idul Fitri.

Sementara kegiatan investasi pemerintah diperkirakan masih tumbuh pada level yang tinggi, salah satunya didukung kebijakan belanja modal Pemerintah Provinsi yang mencapai Rp 600 Miliar dalam bentuk 25 paket proyek infrastruktur fisik di 10 kab/kota dengan target pengerjaan fisik dimulai pada bulan Maret 2017.

Di sisi sektoral, menurut kajian Bank Indonesia Bengkulu, pertumbuhan sektor utama triwulan II 2017 akan bersumber dari Sektor Perdagangan, dan Sektor Transportasi. Perkembangan sektor perdagangan dan sektor transportasi diperkirakan tumbuh seiring dengan kenaikan permintaan konsumsi pada Ramadhan dan Idul Fitri.

Endang menjelaskan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi tentunya akan berkorelasi dengan meningkatnya angka inflasi. Kendati demikian, angka inflasi bisa dikendalikan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah. Ini berdasarkan data tahun 2016, yakni TPID berhasil meredam inflasi pangan sebesar 0,98 persen.

“Beras dan gula mengalami deflasi, sedangkan penyumbang angka inflasi terbesar terletak pada tarif angkutan udara,” tutur Endang.

Untuk Triwulan II Tahun 2017, berdasarkan kajian, BI memperkirakan laju inflasi Bengkulu berada pada kisaran 5,9-6,2% (yoy) dengan tekanan inflasi yang bersumber dari kenaikan ekspektasi konsumsi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri serta tarif angkutan udara.

Sebelumnya, berdasarkan Kajian Ekonomi Regional (KEKR), Pada triwulan IV 2016, kinerja keuangan provinsi Bengkulu tumbuh 5,56% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,18% (yoy). Meningkatnya pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh meningkatnya kinerja Investasi dan Ekspor. Sementara itu, meningkatnya kinerja ekspor didorong oleh perbaikan harga komoditas sawit dan karet sehingga mendorong ekspektasi pelaku usaha untuk meningkatkan peroduksinya.

Sementara itu , Realisasi pendapatan terhadap pagu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Bengkulu pada tahun 2016 lebih tinggi dibandingkan realisasi pada tahun 2015. Peningkatan terutama bersumber dari Pendapatan Perimbangan.

Di sisi belanja, realisasi belanja terhadap pagu APBD pada tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurunnya realisasi belanja APBD terutama bersumber dari Belanja Operasi, Belanja Modal, dan Transfer. Sementara realisasi belanja terhadap pagu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga mengalami penurunan. Menurunnya realisasi bersumber dari Belanja Negara maupun Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

Sedangkan, tekanan inflasi pada triwulan IV 2016 mengalami peningkatan yang sangat tipis. Meski begitu, laju inflasi tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional dan tidak berpengaruh buruk terhadap kinerja keuangan daerah. Adapun, tekanan inflasi tahunan Provinsi Bengkulu pada triwulan IV tahun 2016 sebesar 5,00% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,62% (yoy). (Red)