Serang, Progresnews.com -- Bakal Calon Gubernur Andika Hazrumy merasa khawatir dengan banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di provinsi Banten, sebagai dampak dari diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dengan adanya MEA, TKA menjadi bebas untuk masuk ke Indonesia. Pasalnya, beberapa aturan yang sebelumnya begitu ketat, sekarnag justru memberikan keleluasaan bagi TKA.

“Masyarakat Banten harus siap menghadapi persaingan MEA. Jangan sampai masyarakat Banten hanya jadi penonton. Ulah cicing bae bahasa urangna mah (jangan diam saja, red),” kata Andika saat Diskusi di Rumah Makan S’Rizki Ciceri, Kota Serang, Kamis (21/4) lalu.

Tak hanya soal MEA, 12 proyek nasional yang dicanangkan di provinsi Banten pun menurut Andika, harus mengedepankan unsur lokal. jangan sampai, justru masyarakt Banten tidak merasakan dampak apa-apa dengan adanya pemabngunan 12 proyek nasional tersebut.

"Masyarakat Banten harus merasakan dampak positif ke 12 proyek itu secara optimal. Jangan jadi penonton saja. Pemuda Banten, khususnya mahasiswa harus berperan aktif. Salah satunya dengan cara mengawal, mengawasi dan menelaah ke 12 proyek nasional yang masuk ke Provinsi Banten,” kata Andika

Dihari yang sama Kamis (21/04), Gubernur Banten Rano Karno , justru menyambut kedatangan investor dari China yakni PT China Fortune Land Development (CFLD). Rombongan Perusahaan China tersebut dipimpin Presiden Direktur (Presdir) PT CFLD Zhao Hongjing.

PT CFLD adalah perusahaan properti yang bergerak di pengembangan Kota Industri Baru. Perusahaan ini didirikan di China dengan nilai aset 100 miliar yuan. Kota-kota industri baru yang dikembangkan oleh PT CFLD, di antaranya Kota Guan di Provinsi Langfang, China; Kota Dachang Chaobai River di Beijing; Jiashan HSR di Provinsi Jiaxing, China; Kota Teknologi Inovasi ShenshuiEco di Provinsi Shenyang, China; dan Kompleks Pusat Inovasi Furtone China di Beijing.

“Ya kalau bahasa kita, silaturahmi karena perusahan mereka sudah terdaftar sebagai perusahaan penanam modal. Dengan 12 project nasional ini mungkin dapat menjadi bagian pembangunan di Indonesia,” kata Gubernur Banten Rano Karno.

Sementara itu, Presdir Zhao Hongjing mengaku telah menyiapkan dana untuk berinvestasi di Provinsi Banten, meskipun hingga saat ini, ia belum bisa memastikan akan berinvestasi di bidang apa.

“Kalau modal investasi, kami sudah menyiapkan 500 juta dollar. Untuk jangka panjang 3 sampai 6 tahun, kami sudah menyiapkan 1,5 miliar dollar,” kata Jerry Chung, Direktur Investasi PT CFLD. (Haedi/Red)