Cilegon, Progresnews.com – Muktamar Muktamar IX Al-Khairiyah akhirnya menetapkan Ali Mujahidin sebagai Ketua Umum secara Aklamasi. Ali menjadi satu-satunya calon yang lolos verifikasi persyaratan.
Ali Mujahidin secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah Periode 2016 – 2021, melalui rapat pleno Muktamar IX Al-Khairiyah, di Kampus Citangkil, Sabtu (22/10) malam.
Dalam sambutannya, Mumu mengatakan, memimpin Al-Khairiyah merupakan kegugupan yang luar biasa karena mengemban amanah yang sangat besar sekali jika dibandingkan memimpin organisasi yang sudah pernah dijalaninya.
“Tantangan terbesar kita adalah menjadikan Al-Khairiyah sebagai Ormas Islam Nasional. Target saya kedepan bisa memiliki perwakilan 50 persen plus satu se Indonesia, sehingga Al-Khairiyah mampu berperan bersanding dengan ormas Islam lainnya,” kata Mumu.
Diketahui, Mumu dalam Muktamar kali ini menggantikan Hikmatullah Syam’un yang telah menjadi Ketua Umum PB Al-Khairiyah selama 2 periode sejak tahun 2005.
Sementara itu, Ketua Umum PB Al-Khairiyah demisioner Hikmatullah A Syamun, dalam lapoan pertanggungjawabannya mengatakan, kebijakan orde baru menjadi salah satu penyebab tergerusnya pamor Al-Khairiyah. Salah satunya yakni dihapuskannya kebijakan bantuan pemerintah kepada madrasah Al-Khairiyah melalui PB Al-Khairiyah.
“Di Bekasi, dari belasan madrasah Al-Khairiyah saat itu, kini hanya tersisa dua saja. Yang lainnya telah berganti nama karena menganggap tidak adanya kontribusi PB Al-Khairiyah kepada madrasah mereka,” kata Hikmatullah. (Red)


