Jakarta, Progresnews.com -- Lemahnya harga jual minyak dunia membuat pemerintah kembali mempertimbangkan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Rencana itu baru akan terealisasi sekitar bulan April mendatang.
”Kalau fluktuasi harga minyak dunia seperti sekarang, kemungkinan besar akan turun, tapi kita belum tahu berapa besarannya,” ungkap Direktur Migas Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, dalam diskusi bertema “Kapan BBM Turun?” di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu, (14/2).
Agus membantah jika pemerintah selama ini tidak merespon turunnya harga minya dunia. Ia berdalih, pemerintah memiliki regulasi dan prosedur dalam mengevaluasi harga bbm, yakni setiap tiga bulan, mengingat harga minyak dunia yang kerap berubah-ubah.
”Kita menjaga konsistensi, bukan berarti pemerintah tidak ingin menurunkan. Ini belum saatnya kita melakukan evaluasi. Evaluasi nanti kita lakukan di akhir Maret. Baru nanti akan kita evaluasi, kita hitung ulang, sesuaikan dengan pajak, baru kita putuskan. Kita konsisten dengan formulasi,” kata Agus lagi.
Menurut Agus, pemerintah telah memiliki mekanisme evaluasi per tiga bulan dalam menentuan nasib BBM. Rentang waktu tiga bulan untuk tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian para pengusaha untuk menyesuaikan harga-harga dan memantau perkembangan harga minyak dunia. ”Terlalu cepat jika setiap satu bulan, harga bbm dievaluasi,” kata Agus
Diketahui, Sejak Januari, harga minyak dunia terus tertekan. Harganya ada di kisaran 30-an dolar ASper barel. Berdasarkan data di hargaminyak.net , dalam penjualan kemarin, minyak mentah jenis Brent Crude dibanderol 33,36 dolar ASper barel. Sedangkan jenis WTI Crude Oil hanya dibanderol 29,44 dolar ASper barel. (Haedi/PN06)

